KLIKSOLONEWS.COM - Kabar mengenai Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang diduga memiliki 57 ton emas batangan di Bank Swiss telah lama beredar dan memicu berbagai spekulasi.
Konon, emas tersebut dipinjam oleh Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy, pada tahun 1963 untuk pembangunan besar-besaran, melalui perjanjian yang dikenal sebagai The Green Hilton Memorial Agreement yang ditandatangani di Hotel Hilton Geneva pada 21 November 1963.
Namun, hingga kini, tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim tersebut. Cucu Soekarno, Puan Maharani, menyatakan bahwa keluarga tidak pernah mengetahui atau dihubungi mengenai keberadaan emas tersebut. Guntur Soekarnoputra, putra sulung Soekarno, juga membantah keras isu ini, menyebutnya sebagai "bohong" dan "salah kaprah".
Sejarawan Ong Hok Ham dalam bukunya "Kuasa dan Negara" (1983) menegaskan bahwa kisah harta karun emas batangan Soekarno adalah mitos. Ia menyatakan bahwa jika Soekarno benar memiliki emas sebanyak itu, ia tidak mungkin hidup dalam keterbatasan hingga akhir hayatnya.
Fakta sejarah menunjukkan bahwa Soekarno menjalani hidup yang sederhana. Dalam wawancara dengan jurnalis AS, Cindy Adams, Soekarno mengaku bahwa gajinya selama menjadi presiden hanya USD 220 dan ia tidak memiliki rumah atau tanah.
Dengan demikian, klaim mengenai 57 ton emas Soekarno di Bank Swiss tampaknya lebih merupakan legenda urban daripada kenyataan sejarah. Masyarakat diimbau untuk bersikap kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak didukung oleh bukti yang valid. (KS06)