nasional

ASEAN Pilih Jalur Diplomatik, Tak Akan Balas Tarif Trump

KS1
Sabtu, 12 April 2025 | 11:00 WIB
ASEAN Pilih Jalur Diplomatik, Tak Akan Balas Tarif Trump. (KlikSoloNews/dok)

KUALA LUMPUR, KLIKSOLONEWS.COM – Di tengah memanasnya tensi perdagangan antara Amerika Serikat dan China, negara-negara Asia Tenggara menyatakan tidak akan mengambil langkah balasan terhadap kebijakan tarif yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump. ASEAN menegaskan akan menempuh jalur diplomatik dan dialog terbuka sebagai bentuk respons.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan para menteri ekonomi ASEAN di Malaysia, blok regional beranggotakan 10 negara itu menyerukan pentingnya kerja sama internasional dalam menjaga stabilitas perdagangan global.

“Dengan semangat itu, ASEAN berkomitmen untuk tidak mengenakan tindakan balasan apa pun sebagai tanggapan terhadap tarif AS,” tulis pernyataan resmi tersebut, dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.

Malaysia, yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN, menjadi tuan rumah pertemuan yang menekankan pendekatan damai dan kolaboratif dalam menghadapi kebijakan ekonomi global yang dinilai proteksionis.

Keputusan ASEAN ini muncul setelah dorongan dari China agar blok tersebut mengambil sikap bersama terhadap kebijakan tarif Amerika. Pada hari yang sama, Menteri Perdagangan China Wang Wentao menggelar pertemuan virtual dengan Menteri Investasi,

Perdagangan, dan Industri Malaysia Tengku Zafrul Abdul Aziz, membahas langkah-langkah koordinasi dan potensi peningkatan kerja sama.

China, sebagai mitra dagang terbesar bagi banyak negara ASEAN, menyatakan kesiapannya untuk menyelesaikan persoalan tarif melalui dialog yang saling menghormati.

Namun demikian, ASEAN tetap memilih untuk menjaga netralitas dan kestabilan kawasan dengan tidak terlibat dalam eskalasi konflik dagang.

Tarif Khusus Hanya untuk China

Langkah hati-hati ASEAN juga didasari oleh pengumuman terbaru Presiden Donald Trump yang menyatakan penangguhan tarif tambahan selama 90 hari terhadap semua negara mitra dagang Amerika, kecuali China.

Dalam kebijakan barunya, AS secara sepihak menaikkan tarif terhadap produk asal Tiongkok menjadi 125 persen, merespons tarif balasan China sebesar 84 persen terhadap produk impor AS.

Situasi ini menandai ketegangan perdagangan global yang semakin kompleks, dengan negara-negara berkembang seperti anggota ASEAN berusaha menavigasi kepentingan nasional di tengah konflik dua kekuatan ekonomi dunia.

Melalui pernyataan resminya, ASEAN menegaskan komitmennya terhadap sistem perdagangan multilateral yang adil dan berbasis aturan, serta pentingnya menjaga hubungan ekonomi yang berkelanjutan dengan semua pihak.

“Kami percaya bahwa dialog dan komunikasi terbuka adalah kunci untuk mencegah ketegangan lebih lanjut dan memastikan keseimbangan dalam hubungan dagang internasional,” tutup pernyataan tersebut. (KS01)

Tags

Terkini