nasional

Sejarah Mobil Esemka: Mobil Nasional atau Mitos Politik? Publik Kembali Bertanya

KS1
Kamis, 10 April 2025 | 12:40 WIB
Sejarah Mobil Esemka: Mobil Nasional atau Mitos Politik? Publik Kembali Bertanya. (KlikSoloNews/dok web Esemka)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Mobil Esemka kembali menjadi sorotan publik usai munculnya gugatan hukum terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait gagalnya produksi massal kendaraan yang pernah digadang-gadang sebagai simbol kebangkitan industri otomotif nasional.

Gugatan tersebut diajukan Aufaa Luqmana Re A, putra dari Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Ia menggugat Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, dan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) atas dugaan wanprestasi karena mobil Esemka dinilai gagal direalisasikan sebagai kendaraan rakyat.

“Kami ingin memastikan bahwa komitmen pemimpin bangsa tidak hanya berhenti pada janji dan pencitraan. Esemka sejak awal digambarkan sebagai mobil nasional, tapi kenyataannya hingga kini tidak ada kejelasan,” ujar kuasa hukum Aufaa, Arif Sahudi dalam jumpa pers, Selasa 8 April 2025.

Mobil Esemka pertama kali muncul pada 2007 sebagai proyek kolaborasi antara siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Autocar Industri Components (AIK).

Saat itu, semangat kemandirian industri otomotif menjadi narasi utama, terlebih ketika prototipe SUV Esemka Rajawali digunakan oleh Joko Widodo sebagai mobil dinas Wali Kota Solo pada 2011.
Citra Esemka sebagai “mobil karya anak bangsa” pun meluas.

Tahun 2010, PT Solo Manufaktur Kreasi resmi dibentuk. Berbagai uji kelayakan jalan dan pengurusan izin produksi dilakukan, dan pada 2016, pabrik perakitan dibangun di Boyolali, Jawa Tengah.

Pabrik tersebut diresmikan Jokowi pada 6 September 2019 bersamaan dengan peluncuran model Bima untuk segmen niaga ringan.

Namun setelah itu, realisasi produksi Esemka tidak berkembang sesuai harapan. Minimnya data produksi, distribusi, serta layanan purnajual menimbulkan kecurigaan. Tak sedikit yang menyebut Esemka hanya sekadar proyek politis.

Kritik Publik

Kritik publik terhadap Esemka telah berlangsung bertahun-tahun. Sejak 2018, sejumlah pengamat menilai bahwa kendaraan Esemka hanya merupakan hasil rebadge dari mobil merek Tiongkok seperti Foday dan Jinbei.

Tuduhan ini diperkuat dengan kemiripan bentuk, spesifikasi teknis, hingga lokasi pasokan komponen.

Maret 2025, video yang memperlihatkan kondisi pabrik Esemka di Boyolali dalam keadaan sepi tanpa aktivitas signifikan kembali viral di media sosial. Warganet mempertanyakan apakah Esemka masih beroperasi atau hanya tinggal nama.

“Ini bukan pertama kalinya publik kecewa dengan janji Esemka. Pabriknya sepi, produknya tidak terlihat di jalanan. Tapi label 'mobil anak bangsa' terus digaungkan,” tulis salah satu komentar di X (Twitter).

Di tengah kritik, Esemka mencoba menjawab tantangan zaman dengan meluncurkan Esemka Bima EV, mobil listrik ringan yang diperkenalkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023. Model ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi Esemka menuju era elektrifikasi.

Meski begitu, langkah tersebut belum mampu mengubah persepsi publik. Minimnya transparansi terkait jumlah produksi, harga pasar, dan peta jaringan servis membuat banyak pihak meragukan keseriusan proyek ini.

Direktur Utama PT SMK, Eddy Wirajaya, sebelumnya telah menegaskan Esemka bukan proyek mobil nasional pemerintah, melainkan inisiatif swasta murni.

“Kami tidak pernah menyebut Esemka sebagai mobil nasional. Produksi dilakukan oleh tenaga kerja lokal, dan kami terus berupaya meningkatkan kapasitas,” ujar Eddy dalam wawancara tahun 2019.

Di era ketika kendaraan listrik mulai berkembang dan pasar otomotif makin kompetitif, Esemka dituntut bukan hanya tampil sebagai simbol, tapi juga sebagai solusi nyata.

Tanpa transparansi data produksi dan dukungan ekosistem purnajual yang kuat, skeptisisme publik terhadap Esemka akan terus membesar. Di tengah dominasi mobil asing, Esemka punya peluang untuk menjadi kebanggaan nasional, asal bukan hanya jadi kenangan politik semata. (KS06)

Tags

Terkini