nasional

Cerita Gembira Pemudik Balik Gratis Bersama Gubernur Ahmad Luthfi di Stasiun Tawang Semarang

KS1
Kamis, 10 April 2025 | 09:30 WIB
Cerita Gembira Pemudik Balik Gratis Bersama Gubernur Ahmad Luthfi di Stasiun Tawang Semarang. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi secara resmi melepas keberangkatan ratusan pemudik dalam program Balik Gratis menggunakan Kereta Api Tawangjaya dari Stasiun Semarang Tawang, Rabu 9 April 2025.

Para pemudik diberangkatkan menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menggunakan empat gerbong kereta.

“Seperti saat mudik kemarin, kita tetap menyiapkan sarana transportasi baik kereta api maupun bus. Hari ini empat gerbong, besok empat gerbong lagi,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi usai pelepasan.

Tak hanya moda kereta api, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan sekitar 65 armada bus untuk membantu warga kembali ke perantauan.

Titik keberangkatan tersebar di sejumlah lokasi, yakni Asrama Haji Donohudan Boyolali, Terminal Banyumas, Terminal Pekalongan, dan Terminal Bulupitu Kebumen.

“Kamis kita mulai pemberangkatan untuk 65 bus. Ini semua bentuk perhatian kami kepada warga,” tambah Luthfi.

Program Mudik-Balik Gratis ini menjadi bentuk kepedulian dari Pemprov Jateng, khususnya bagi pekerja sektor informal di Jabodetabek. Kegiatan ini didukung penuh  Bank Jateng, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur Luthfi menyempatkan diri menyapa para pemudik sebelum keberangkatan. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat sangat tinggi dan banyak yang berharap program ini terus dilanjutkan.

“Tadi saya tanya langsung, mereka sangat senang. Tahun depan akan kita tingkatkan. Mereka ini adalah pahlawan ekonomi bagi keluarga mereka di kampung halaman,” ungkapnya.

Gubernur juga mengungkapkan arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Jawa Tengah mengalami penurunan sekitar 21 persen dibandingkan tahun lalu.

Hal ini, menurutnya, disebabkan oleh durasi libur yang panjang sehingga puncak arus mudik dan balik tidak terjadi serempak.

“Tidak ada sentralisasi. Ini justru menguntungkan karena penumpukan bisa dihindari,” kata Luthfi.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan dan kelancaran arus mudik-balik. “Koordinasi dari dinas perhubungan, kepolisian, TNI, hingga relawan berjalan sangat baik. Evaluasi tiap tahun membuat kita makin siap,” tambahnya.

Salah satu pemudik, Nur, warga Muktiharjo, Kota Semarang, merasa sangat terbantu dengan program ini. Dirinya, yang sehari-hari berjualan pecel ayam di Jakarta, mengaku telah empat kali ikut program Mudik-Balik Gratis.

“Kemarin mudik naik bus, sekarang balik naik kereta. Alhamdulillah sangat terbantu. Saya sekeluarga bisa pulang kampung tanpa biaya,” ujar Nur dengan senyum lebar.

Dengan program ini, Pemprov Jateng menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warganya, terutama mereka yang berjuang mencari nafkah di perantauan. (KS01)

Tags

Terkini