nasional

Kasus Mayat Terikat di Kali Anyar: Diduga Korban Pembunuhan, Tewas Lemas karena Terikat di Dada dan Leher

KS1
Senin, 7 April 2025 | 18:47 WIB
Kasus Mayat Terikat di Kali Anyar: Diduga Korban Pembunuhan, Mati Lemas karena Terikat di Dada dan Leher. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Kasus mayat terikat di Kali Anyar, diduga korban pembunuhan, mati lemas karena terikat di dada dan leher.


Penyelidikan kasus penemuan mayat pria paruh baya yang menggegerkan warga di aliran Kali Anyar, Mojosongo, Jebres, mulai menemukan titik terang.


Hasil awal autopsi menunjukkan adanya dugaan kuat korban meninggal dunia akibat kekerasan, bukan karena tenggelam.


Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, melalui Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Prastiyo Triwibowo, mengungkap dari pemeriksaan awal tim forensik, ditemukan tanda-tanda ikatan kuat di bagian dada dan leher korban.


“Dari hasil pemeriksaan awal tim forensik, ditemukan adanya tanda-tanda ikatan yang cukup kuat di bagian dada dan leher korban. Dugaan sementara korban meninggal karena mati lemas, bukan tenggelam,” jelas Prastiyo, Senin 7 April 2025.


Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa tidak ditemukan air atau lumpur dalam saluran pernapasan korban, yang menjadi indikator bahwa korban telah tewas sebelum tubuhnya dibuang ke sungai.


“Ini memperkuat dugaan bahwa korban memang sudah tewas saat dibuang ke sungai. Posisi ikatan dan kondisi jenazah mengindikasikan adanya unsur kekerasan yang mengarah pada tindak pidana,” tambahnya.


Identitas korban telah diketahui sebagai AH (75), warga Depok, Jawa Barat. Saat ditemukan pada Rabu 26 Maret 2025, jasad korban dalam posisi tertelungkup, tangan dan tubuh dalam keadaan terikat.


Korban mengenakan jaket merah, baju batik, dan celana training biru. Di dekat lokasi, polisi juga menemukan tas laptop hitam bertuliskan ASUS.


Polisi Selidiki Motif dan Pelaku


Pihak kepolisian hingga kini terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri latar belakang korban dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.


“Penyelidikan masih berjalan. Kami terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi serta menganalisis barang-barang milik korban. Semua kemungkinan masih terbuka,” tegas Prastiyo.


Tim penyidik juga sedang melacak rekam jejak komunikasi terakhir korban, termasuk pemeriksaan data dari ponsel serta kamera pengawas di sekitar lokasi.


Kasus ini menjadi perhatian publik karena diduga kuat melibatkan unsur kekerasan yang terencana. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban sebelum ditemukan tewas untuk segera melapor. (KS01)

Tags

Terkini