nasional

Penemuan Mayat Laki-laki di Kali Anyar Mojosongo: Polisi Tunggu Hasil Autopsi

KS1
Kamis, 27 Maret 2025 | 14:11 WIB
Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Prasetiyo Tri. Penemuan Mayat Laki-laki di Kali Anyar Mojosongo: Polisi Tunggu Hasil Autopsi. (KlikSoloNews/Adhhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kasus penemuan mayat laki-laki di Kali Anyar Mojosongo, Polisi tunggu hasil autopsi.


Hingga saat ini, jenazah seorang pria yang ditemukan di sekitar jembatan masih berada di rumah sakit untuk proses autopsi.


Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono melalui Kasat Reskrim AKP Prastiyo Tri Wibowo mengungkapkan, identitas korban belum diketahui, namun diperkirakan berusia sekitar 60 tahun.


Kepolisian telah mengirimkan personel untuk mendampingi proses tersebut guna memastikan tindak lanjut dari setiap temuan yang dihasilkan dokter forensik.


“Kepastian pelaksanaan autopsi, personel kita sudah saya kirim ke RS untuk mendampingi. Setiap temuan yang berkaitan dengan hasil pemeriksaan dokter forensik akan kami tindak lanjuti dengan temuan di lapangan,” ujar Kasat Reskrim saat ditemui di Mapolresta Surakarta, Kamis 27 Maret 2025.

Sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) di rumah sakit, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.

"Barang-barang yang melekat pada jenazah pun belum dianalisis lebih lanjut agar tidak mengganggu hasil pemeriksaan forensik," tambahnya.

Kasat Reskrim mengatakan, korban ditemukan mengenakan jaket training warna merah, dengan baju batik berwarna merah dan kuning di dalamnya.

Korban mengenakan celana training biru dongker dengan list putih serta kaus kaki. Selain itu, terdapat tas laptop warna hitam yang tali-temalinya terlilit dalam pengikatan. Isi dari tas tersebut saat ini masih dalam ranah pemeriksaan autopsi tim forensik di rumah sakit.

Dia menambahkan, hingga saat ini, belum ada laporan kehilangan dari warga sekitar yang berkaitan dengan penemuan jenazah tersebut.

Namun, pihak kepolisian tetap melakukan penelusuran dengan menyisir radius beberapa kilometer dari lokasi penemuan untuk mencari informasi terkait apakah ada warga yang mengenali wajah korban.

“Laporan kehilangan sampai sekarang belum ada. Tapi, sebagai langkah jemput bola, tim Sat Reskrim sudah menelusuri radius beberapa kilometer dari jembatan untuk mencari tahu apakah ada warga yang hilang atau mengenali wajah jenazah,” tambahnya.

Proses identifikasi sudah dilakukan dengan pengambilan data, namun pencocokan data masih dalam proses. Kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera melapor agar proses identifikasi bisa segera dilakukan.

Pihak berwenang terus berupaya mengungkap identitas dan penyebab kematian korban. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memberikan informasi jika mengetahui sesuatu yang dapat membantu proses penyelidikan.(ks01)

Tags

Terkini