SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Pemerintah Kota Solo mempersiapkan diri menyambut para pemudik periode Lebaran 2025. Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, Pemkot Solo bersinergi dengan sejumlah pemangku kepentingan yang tergabung dalam Operasi Ketupat Candi 2025.
Selain persiapan pengamanan mudik, Polresta Surakarta juga melakukan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Keselamatan, Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), serta Operasi Pekat sejak awal tahun 2025.
Ribuan botol minuman keras ilegal serta knalpot brong dimusnahkan dalam acara tersebut, sebagai bentuk ketegasan aparat terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Aksi simbolis penghancuran botol minuman keras dengan alat berat pun dilakukan, menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, terutama di bulan Ramadan dan menjelang puncak arus mudik.
Respati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan elemen masyarakat dalam menyukseskan mudik tahun ini.
"Sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur, kita ingin mudik menjadi momentum kebersamaan. Oleh karena itu, kita sengkuyung bersama agar Solo menjadi kota tujuan mudik yang aman dan nyaman," ujarnya.
Jawa Tengah diprediksi akan menerima hampir 5 persen dari total pemudik nasional, dengan Kota Solo menjadi salah satu destinasi utama.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 27-28 Maret 2025, terutama dengan adanya kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang memberikan fleksibilitas perjalanan bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Pemkot Surakarta telah mendirikan posko-posko di titik strategis dan berkoordinasi dengan camat serta lurah untuk memanfaatkan kantor kecamatan dan kelurahan sebagai posko mudik
"Ini adalah bentuk kesiapan kami dalam menyambut pemudik. Dengan berbagai langkah antisipasi yang sudah disiapkan, kami optimistis Solo bisa menjadi kota tujuan mudik yang memberikan rasa aman, nyaman, dan penuh kehangatan bagi warga yang kembali ke kampung halaman," pungkas Respati. (KS06)