nasional

Pemerintah dan Gojek Luncurkan Kampanye #JudiPastiRugi untuk Perangi Judi Online

KS1
Selasa, 11 Maret 2025 | 11:35 WIB
Pemerintah dan Gojek Luncurkan Kampanye #JudiPastiRugi untuk Perangi Judi Online. (KlikSoloNews/dok Komdigi)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM  – Maraknya judi online yang semakin meresahkan masyarakat mendorong pemerintah untuk mengambil langkah tegas.

Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Gojek meluncurkan kampanye nasional #JudiPastiRugi guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya perjudian daring.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan perjudian bukan sekadar hiburan, melainkan ancaman serius bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi.

"Kampanye ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang dampak negatif judi online yang tidak hanya merugikan individu, tetapi juga menghancurkan keluarga dan mengganggu stabilitas ekonomi," ujar Meutya Hafid dalam acara peluncuran program di Kantor Gojek, Kemang, Jakarta Selatan, Senin 10 Maret 2025.

Data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat bahwa lebih dari 8 juta masyarakat Indonesia telah terjerat judi online, dengan 80 persen di antaranya berasal dari kelompok berpenghasilan menengah ke bawah. Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 80.000 anak dilaporkan telah menjadi pelaku judi daring.

Melalui kerja sama dengan Gojek, kampanye ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda, agar menjauhi praktik judi online dan memilih jalan hidup yang lebih positif dan produktif.

"Pesan kampanye ini akan kami sebarluaskan melalui media digital dan sosial agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya melindungi masa depan keluarga dari dampak judi online," jelas Meutya Hafid.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, kampanye juga mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Selain itu, sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam menangani permasalahan perjudian dan dampak negatifnya.

"Kolaborasi ini membuktikan bahwa teknologi dan kebijakan publik dapat berjalan beriringan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik," pungkas Meutya Hafid. (ks01)

Tags

Terkini