nasional

Pertamina Tegaskan Pasokan Elpiji 3 Kg di Jateng DIY Aman, Masyarakat Diharapkan Tidak Terpengaruh Isu Kelangkaan

KS1
Rabu, 19 Februari 2025 | 13:50 WIB
Pertamina Tegaskan Pasokan Elpiji 3 Kg di Jateng DIY Aman, Masyarakat Diharapkan Tidak Terpengaruh Isu Kelangkaan. (KlikSoloNews/dok Pertamina)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Pertamina tegaskan pasokan elpiji 3 Kg di Jateng DIY aman, masyarakat diharapkan tidak terpengaruh isu kelangkaan.


Dalam beberapa pekan terakhir, keresahan masyarakat mengenai kelangkaan pasokan gas elpiji 3 kilogram di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin meningkat.


Ketidakpastian pasokan yang tersebar di masyarakat sering memicu panic buying atau pembelian gas secara berlebihan, namun PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pasokan LPG 3 Kg di wilayah tersebut tetap terjaga dan aman.


PT Pertamina Patra Niaga, bekerja sama dengan pemerintah daerah, melakukan pemantauan rutin untuk memastikan pasokan elpiji berjalan lancar.


Inspeksi yang dilakukan meliputi pengecekan ke berbagai pangkalan elpiji, Suplai Poin Penyediaan dan Pengisian Elpiji (SPPE), serta kunjungan langsung ke konsumen dan pelaku usaha mikro yang menggunakan elpiji 3 Kg.


Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi tetap terkendali dan tepat sasaran. Beberapa kota yang disinggahi antara lain Kota Semarang, Grobogan, dan Kota Solo.


“Tidak ada alasan untuk khawatir, karena pasokan elpiji 3 Kg di Jateng dan DIY aman, termasuk Kota Solo. Semua pasokan elpiji subsidi aman,” ujar Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam kecemasan yang tidak perlu, dan membeli LPG hanya sesuai dengan kebutuhan mereka.


Panic Buying Berisiko Memperburuk Situasi


Salah satu penyebab kelangkaan LPG 3 Kg yang terjadi di beberapa titik distribusi adalah perilaku panic buying. Masyarakat yang khawatir pasokan akan habis cenderung membeli lebih banyak LPG 3 Kg dari yang mereka perlukan.


Tindakan ini, menurut Taufiq, justru dapat memperburuk keadaan dan memengaruhi konsumen lain yang benar-benar membutuhkan gas untuk kebutuhan rumah tangga atau usaha mikro mereka.


"Pembelian elpiji secara berlebihan hanya akan menyebabkan gangguan pada distribusi yang telah kami pastikan berjalan dengan baik. Kami berharap masyarakat bisa menghindari perilaku ini," tambahnya.


Selain memastikan distribusi yang lancar, Pertamina juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengeluarkan kebijakan yang mencegah penyalahgunaan elpiji subsidi.


Salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah larangan penggunaan elpiji 3 Kg Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini bertujuan agar produk subsidi seperti elpiji 3 Kg hanya digunakan oleh mereka yang memang membutuhkan, seperti masyarakat berpenghasilan rendah dan usaha mikro.

Halaman:

Tags

Terkini