PASARKLIWON, KLIKSOLONEWS.COM - Pencurian terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Marsudirini yang terletak di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon, pada Sabtu 8 Februari 2025, dinihari.
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku berhasil mengambil uang tunai senilai sekitar Rp3 juta dari ruang kantor guru.
Kapolsek Pasarkliwon, AKP Amiruddin Zulkarnaen melalui Kepala Unit Reskrim Polsek Pasarkliwon, IPTU Suhartaka, membenarkan laporan terkait kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa tim kepolisian telah segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Kami menerima laporan pagi ini dan langsung menerjunkan tim Reskrim, SPKT Polsek, serta Tim Inafis Satreskrim ke TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti," ujarnya.
Dari hasil rekaman CCTV yang berhasil diamankan petugas, terlihat pelaku beraksi seorang diri dengan cara melompat pagar depan sekolah pada sekitar pukul 01.20 WIB.
Pelaku kemudian menuju ke kantor guru dan memaksa masuk melalui jendela belakang yang dibongkar dengan alat.
Sesampainya di dalam, pelaku langsung membuka laci-laci kantor dan mengambil uang tunai. Meskipun sempat mengeluarkan tiga unit laptop, pelaku tidak membawanya pergi.
"Pelaku berhasil menggasak uang sekitar Rp3 juta. Meski sempat mengeluarkan tiga laptop, pelaku tidak membawanya," jelasnya.
Menanggapi kejadian ini, pihak sekolah masih melakukan koordinasi internal. Suhartaka mengungkapkan pihak sekolah akan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SMP Marsudirini yang saat ini tengah berduka atas meninggalnya suaminya.
"Kami masih menunggu koordinasi dengan pihak sekolah, karena kepala sekolah sedang berduka. Salah satu guru senior yang kami temui mengatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan kepala sekolah," kata Suhartaka.
Meski begitu, menurut Suhartaka, pihak sekolah sudah mempertimbangkan untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setelah memastikan seluruh kerugian yang ada.
"Guru yang dituakan di sekolah menyampaikan mereka ingin mengecek apakah ada kerugian lain selain uang tunai yang hilang," tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan tidak ada indikasi pelaku merupakan orang dalam. Pelaku berhasil masuk dengan merusak jendela dan tidak menyasar ruang bendahara atau kepala sekolah, yang umumnya lebih aman.
"Pelaku ini masuk secara acak ke ruang kantor guru. Kami tidak menemukan indikasi orang dalam yang terlibat," pungkas Suhartaka.
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan dan berharap dapat segera mengungkap identitas pelaku serta memastikan tidak ada kerugian tambahan yang timbul dari insiden ini. (KS01)