nasional

Menteri PU Kunjungi Simpang Joglo, Tinjau Rencana Pembangunan Kolam Retensi untuk Atasi Banjir

KS1
Sabtu, 8 Februari 2025 | 13:06 WIB
Menteri PU Kunjungi Simpang Joglo, Tinjau Rencana Pembangunan Kolam Retensi untuk Atasi Banjir. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengunjungi kawasan Simpang Joglo, Solo, untuk meninjau lokasi yang direncanakan sebagai kolam retensi.

Kolam retensi ini bertujuan untuk mengurangi potensi banjir yang sering melanda kawasan tersebut, khususnya saat hujan deras. Kunjungan Menteri Dody yang dilaksanakan pada Jumat siang (7/2/2025) ini turut disaksikan pejabat terkait dari Kementerian Pekerjaan Umum di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Lokasi yang dimaksud berada di kawasan terbuka di Jl Sumpah Pemuda, Kadipiro, Banjarsari, Solo, yang memiliki luas sekitar 1.300 meter persegi.

Rencana pembangunan kolam retensi ini menjadi bagian dari langkah penanggulangan banjir yang kerap mengganggu kelancaran aktivitas di sekitar Simpang Joglo, terutama di area Underpass Joglo yang rentan tergenang air saat hujan deras.

Menteri Dody, yang mengenakan pakaian yang tidak biasa digunakan dalam kunjungan ke lokasi proyek—yakni kemeja krem dengan sarung dan peci hitam—mengungkapkan bahwa kolam retensi ini sangat penting untuk mendukung kelancaran Underpass Joglo agar tidak terendam banjir di masa depan.

“Kolam retensi ini akan sangat membantu, terutama saat hujan deras, untuk menghindari banjir yang biasa terjadi di area ini,” ujarnya dengan penuh perhatian.

Namun, sebelum pembangunan kolam retensi ini bisa dimulai, Menteri Dody menegaskan pentingnya koordinasi dengan pihak yang memiliki hak atas tanah tersebut, yaitu Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro.

Pasalnya, kawasan terbuka ini merupakan aset milik Kodam IV/Diponegoro. Menteri Dody menambahkan, pihaknya harus menunggu hasil koordinasi lebih lanjut dengan Pangdam Diponegoro untuk memperoleh izin dan kesepakatan bersama mengenai eksekusi proyek.

"Sebelum kami dapat melanjutkan, kami harus berkoordinasi dengan Pangdam Diponegoro terlebih dahulu mengenai kesepakatan yang paling baik untuk kedua belah pihak,” tambah Menteri Dody.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah kesepakatan tercapai, kolam retensi tersebut akan dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, meski pembiayaan proyek belum diputuskan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 BBPJN Jateng-DIY, Emy Eko Setyawati, juga memberikan penjelasan terkait proses koordinasi yang sudah berjalan dengan Kodam IV/Diponegoro.

“Kami telah melakukan komunikasi yang intens dengan pihak Kodam, dan sejauh ini mereka sangat mendukung rencana kami. Namun, keputusan akhir masih perlu izin dari Mabes TNI,” ujarnya.

Untuk detail lebih lanjut mengenai pembangunan kolam retensi ini, Emy menambahkan bahwa pihaknya belum bisa memberikan penjelasan pasti karena keputusan bersama belum diambil.

"Setelah ada kesepakatan, barulah kami dapat melanjutkan dengan pembuatan DED (detailed engineering design) dan menentukan jadwal pelaksanaan proyek," tambahnya.

Meskipun masih dalam tahap koordinasi, kehadiran kolam retensi ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah banjir yang selama ini mengganggu kehidupan masyarakat di sekitar Simpang Joglo, khususnya saat musim hujan. (ks01)

Tags

Terkini