nasional

BGN Targetkan 5.000 SPPG untuk Layani Jutaan Penerima Program Makan Bergizi 2025

KS1
Rabu, 15 Januari 2025 | 15:21 WIB
BGN Targetkan 5.000 SPPG untuk Layani Jutaan Penerima Program Makan Bergizi 2025. (KlikSoloNews/dok Lanud Adi Soemarmo)

BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan pembentukan 5.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia pada tahun 2025.

Langkah ini dilakukan untuk melayani sekitar 15 hingga 17,5 juta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan target ambisius ini saat meninjau dapur SPPG di Lanud Adi Soemarmo, Solo, Rabu 15 Januari 2025.

"Nanti dari akhir Agustus ke Desember, akan ada 5.000 SPPG yang melayani 15 hingga 17,5 juta penerima manfaat. Dengan anggaran sebesar 71 triliun, kami optimalkan program ini untuk tahun 2025," ujarnya.

BGN memulai program MBG dengan 220 SPPG di 31 provinsi pada tahap awal. Jumlah ini akan terus ditingkatkan secara bertahap:

  • Januari–Maret 2025: Penambahan menjadi 937 SPPG untuk melayani 3 juta penerima manfaat.

  • April–Agustus 2025: Pengembangan menjadi 2.000 SPPG untuk melayani hingga 6 juta penerima manfaat.

  • Akhir Agustus–Desember 2025: Target akhir mencapai 5.000 SPPG yang melayani 15 hingga 17,5 juta penerima manfaat.


“Alhamdulillah, saat ini sudah ada 220 SPPG di seluruh Indonesia. Program ini akan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” kata Dadan.

Program ini didukung oleh anggaran sebesar Rp71 triliun yang disediakan pemerintah pusat. Meskipun target ideal mencakup 82,9 juta penerima manfaat, keterbatasan anggaran membuat implementasi tahun 2025 difokuskan pada cakupan yang lebih kecil, dengan target peningkatan di tahun-tahun mendatang.

Dadan menekankan pentingnya kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, kementerian, swasta, dan pelaku usaha. Hingga saat ini, lebih dari 13.000 pihak telah menyatakan minat untuk menjadi mitra program MBG, dengan sekitar 1.000 di antaranya telah lolos seleksi awal.

“Kami menggandeng semua mitra, termasuk UMKM, katering, dan warung makan di daerah. Mereka memiliki peran besar dalam mensukseskan program ini,” jelasnya.

BGN membuka peluang seluas-luasnya bagi pihak yang ingin bergabung sebagai mitra. Namun, proses seleksi dilakukan dengan ketat untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan program.

“Kami sedang berusaha mempercepat penyaluran dana dari APBN agar para mitra bisa segera menerima hak mereka. Ke depan, kami ingin melibatkan lebih banyak pihak, termasuk UMKM dan warung makan kecil, agar program ini semakin inklusif,” tambah Dadan.

Dadan memberikan apresiasi kepada para mitra yang telah mendukung realisasi awal program MBG. Ia berharap kolaborasi ini terus berkembang dan semakin banyak pihak yang berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

“Program ini bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membangun kesadaran dan solidaritas untuk mendukung kesehatan generasi bangsa,” tutupnya.

Dengan implementasi yang bertahap dan melibatkan berbagai pihak, program MBG diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia dan memperkuat ketahanan kesehatan nasional. (KS01)

Tags

Terkini