nasional

Jokowi Masuk Daftar Tokoh Terkorupsi OCCRP, Ketua NPC Indonesia Senny Marbun: Jangan Mudah Terprovokasi

KS1
Selasa, 7 Januari 2025 | 18:47 WIB
Jokowi Masuk Daftar Tokoh Terkorupsi OCCRP, Ketua NPC Indonesia Senny Marbun: Jangan Mudah Terprovokasi. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), baru-baru ini mencuri perhatian publik setelah namanya masuk sebagai finalis dalam daftar tokoh terkorupsi 2024 yang dirilis Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Penetapan tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat, termasuk tanggapan dari Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI), Senny Marbun.

Senny Marbun, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sosok vokal dalam mendukung kemajuan olahraga paralimpiade, menyatakan Jokowi telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia olahraga, khususnya untuk para atlet difabel.

"Selama ini yang mensupport kita kan Jokowi, dan kita bisa dewasa seperti ini karena Jokowi," ujarnya kepada awak media di kantor NPCI di Solo, Selasa 7 Januari 2025.

Senny menekankan perhatian Jokowi terhadap dunia olahraga tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pemberian lahan seluas 10 hektare kepada NPCI di Kabupaten Karanganyar untuk pemusatan latihan.

“Lahan 10 hektare yang diberikan kepada NPCI itu adalah wujud nyata dari perhatian beliau kepada kami. Kami harapkan Jokowi selalu berperan dalam hidup kita. Kita selalu berdoa untuk itu," lanjutnya.

Senny juga menilai dukungan Jokowi telah membantu atlet paralimpiade Indonesia meraih berbagai prestasi di kancah internasional.

Terkait isu yang berkembang tentang Jokowi dan OCCRP, Senny mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

"Saya minta tolong kepada seluruh rakyat Indonesia, jangan gampang kita diadu domba orang. Nanti, kita kembali lagi seperti dijajah Belanda 350 tahun, itu kan karena kita gampang diadu domba satu sama lain," tegasnya.

Menurutnya, segala hal baik yang telah dilakukan Jokowi untuk bangsa dan negara patut dihargai, dan permasalahan yang diangkat oleh OCCRP tidak perlu dibesar-besarkan.

“Banyak yang sudah dilakukan Pak Jokowi untuk bangsa dan negara ini, jadi saya rasa nggak usah terlalu dibesar-besarkan. Kalau OCCRP itu mungkin nggak ngerti permasalahannya sampai di mana," tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Senny mengimbau agar masyarakat Indonesia lebih berorientasi pada persatuan dan kemajuan bangsa.

"Yang penting sekarang ini kita saling menyayangi bangsa Indonesia, kita sayangi bersama-sama, jadi biar kita nggak ke mana-mana lagi. Nggak usah ribut-ribut. Bagaimana caranya maju dan kita ending ke depan lebih hebat dari Malaysia dan Singapura, itu aja yang paling penting," tutupnya. (KS02)

Tags

Terkini