nasional

Arimbi Bongkar Rekayasa Yudi Setiasno di Hadapan Komisi III DPR RI, Minta Anak Diselamatkan

KS1
Jumat, 27 Desember 2024 | 20:48 WIB
Arimbi Bongkar Rekayasa Yudi Setiasno di Hadapan Komisi III DPR RI, Minta Anak Diselamatkan. (KlikSoloNews/LBC)

SUKOHARJO, KLIKSOLONEWS.COM - Arimbi Dwi Widayanti, ibu dari bocah berinisial K, mengungkapkan rasa rindunya yang mendalam untuk bertemu kembali dengan anaknya.

Selama tujuh tahun terakhir, K berada di bawah pengawasan Yudi Setiasno, mantan suaminya, yang diketahui telah membawa K ke Komisi III DPR RI sebagai bagian dari drama klaim palsu.

“Tolong selamatkan anak saya. Dia tidak tahu apa-apa dan hanya menjadi korban dibawa kemana-mana oleh mantan suami saya,” kata Arimbi dengan suara bergetar saat ditemui, Jumat 27 Desember 2024.

Arimbi menyesalkan tindakan Yudi yang melibatkan K dalam cerita di hadapan Komisi III DPR RI yang sama sekali tidak benar.

“Saya sudah sekitar tujuh tahun tidak bertemu dengan anak saya. Tolong pak,” ungkapnya sembari menahan tangis.

Fakta kebohongan Yudi akhirnya terungkap. Sebelumnya, Yudi mengklaim bahwa Arimbi dan anaknya menjadi korban pemerkosaan.

Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, klaim tersebut terbukti palsu. Arimbi menjelaskan bahwa tuduhan tersebut bermula dari konflik rumah tangga, di mana Yudi menuduhnya berselingkuh dengan seorang pria berinisial D.

Tuduhan ini berujung pada penyekapan dan penyiksaan terhadap Arimbi dan D oleh Yudi. Untuk menutupi tindakannya, Yudi memaksa Arimbi membuat laporan palsu tentang pemerkosaan di Polresta Surakarta.

“Saya dipaksa untuk memberikan laporan palsu ke polisi. Padahal tidak ada kejadian pemerkosaan atau kekerasan seksual terhadap anak saya,” ungkap Arimbi.

Keberanian Arimbi Mengungkap Kebenaran

Pada akhirnya, Arimbi mendapatkan kesempatan untuk mencabut laporan palsu tersebut. Dengan keberanian yang besar, ia menjelaskan kepada pihak kepolisian bahwa tidak ada pemerkosaan atau kekerasan seksual seperti yang dilaporkan.

“Saya takut dan tidak tahan selalu disiksa untuk mengakui ada perselingkuhan. Akhirnya saya punya kesempatan untuk menceritakan yang sesungguhnya ke polisi,” tambahnya.

Kini, Arimbi berharap publik dan pihak berwenang, termasuk Komisi III DPR RI, dapat membantu menyelamatkan K dari pengaruh negatif sang ayah.

Arimbi juga menegaskan bahwa anaknya tidak mengetahui fakta sebenarnya dan hanya menjadi korban dalam rekayasa yang dilakukan Yudi.

Kasus ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya verifikasi klaim sebelum memberikan ruang publik untuk cerita yang dapat merugikan banyak pihak. (KS01)

Tags

Terkini