JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM -Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan penjelasan terkait temuan residu pestisida pada anggur shine muscat.
Sehubungan dengan temuan residu pestisida yang melebihi batas aman pada anggur shine muscat yang beredar di Thailand, BPOM memberikan klarifikasi dan langkah-langkah tindak lanjut yang telah diambil.
BPOM, bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional dan Badan Karantina Indonesia, telah melaksanakan serangkaian tindakan untuk menelusuri kebenaran berita tersebut.
Dilansir laman resmi BPOM, ini termasuk pengambilan sampel anggur shine muscat di beberapa wilayah, khususnya di titik-titik masuk buah anggur tersebut.
Pengambilan sampel dilakukan di berbagai daerah, termasuk Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bandar Lampung, Makassar, Pontianak, dan Medan.
Hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) BPOM menunjukkan bahwa dari sampel yang diambil di Jabodetabek, Bandung, dan Bandar Lampung, tidak terdeteksi adanya residu pestisida Chlorpyrifos.
Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode Gas Chromatography Tandem Mass Spectrometry (GC-MS/MS) yang memiliki batas deteksi yang sangat rendah.
Untuk menjaga agar konsumsi pangan tetap aman, BPOM mengimbau masyarakat agar:
- Mengenali dan Memilih Pangan yang Aman: Selalu perhatikan kualitas dan keamanan pangan yang akan dikonsumsi.
- Penerapan Cara Penyimpanan yang Benar: Pastikan untuk menyimpan pangan pada suhu yang sesuai, memisahkan berdasarkan jenis, dan menjaga kebersihan tempat penyimpanan untuk mencegah kontaminasi silang.
- Pencucian dan Pengupasan Buah: Untuk buah yang biasanya dikonsumsi tanpa dikupas, disarankan untuk mencucinya dengan air bersih mengalir. Mengupas kulit buah juga dianjurkan untuk mengurangi risiko paparan residu.
BPOM juga mengingatkan pelaku usaha—termasuk importir, distributor, dan pengecer—untuk mematuhi peraturan dan standar keamanan pangan yang berlaku. Pelaku usaha yang melanggar akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
Ke depan, BPOM berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai sektor terkait guna meningkatkan pengawasan pangan yang beredar di masyarakat.
Pendekatan pentahelix, yang melibatkan perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, kementerian, dan media, akan dijadikan strategi dalam menjaga keamanan pangan di Indonesia. (KS01)