SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Insiden kekerasan yang menggemparkan Pekan Olahraga Sebelas Maret (Porsema) UNS akhirnya menemukan titik terang.
Setelah melalui proses mediasi yang difasilitasi pihak universitas, pelaku Jonathan Syebat dan korban Rofiq Al Fajari Rusmawanto Putro, korban insiden kiper injak leher lawan akhirnya berdamai.
Kesepakatan damai yang mempertemukan kedua belah pihak beserta orang tua masing-masing berlangsung pada Jumat 25 Oktober 2024.
Sekretaris Universitas sekaligus Juru Bicara UNS, Dr Agus Riwanto mengatakan, ada empat poin penting dalam kesepakatan damai antara pelaku dengan korban
“Dalam pertemuan tersebut disepakati pelaku menanggung semua biaya pengobatan korban di RS, saling memaafkan, tidak akan membawa ke ranah hukum, dan tidak akan mengulang kembali insiden serupa,” ucap Agus.
Diberitakan sebelumnya, insiden kiper injak leher lawan terjadi saat pertandingan berlangsung antara FEB vs FP, Selasa 22 Oktober 2024, pukul 20.30 WIB.
Saat pertandingan terjadi benturan antarpemain. salah satu pemain dari FP bernama Rofiq Al Fajari Rusmawanto Putro, mahasiswa FP UNS Angkatan tahun 2023 (selanjutnya disebut korban) terjatuh dan wasit meniupkan peluit terjadi pelanggaran.
Tak lama kemudian kiper dari mahasiswa FEB bernama Jonathan Syebat Agung Putra, mahasiswa FEB UNS Angkatan 2023 (selanjutnya disebut pelaku) lari ke arah pemain yang terjatuh dan melakukan tendangan ke arah bagian leher pemain tersebut.
Pascainsiden kiper injak leher lawan, UNS akan melakukan evaluasi kegiatan Porsema yang diselenggarakan oleh BEM UNS dan akan diinvestivigasi menyuluruh atas insiden tersebut.
Majelis Kode Etik Mahasiswa (MKEM) UNS akan menegakkan kode etik mahasiswa dalam inseden tersebut dan akan menjatuhkan sanksi kepada pelaku, serta Direktur Kemahasiswaaan UNS akan menjatuhkan sanksi kepada panitia Porsema UNS sesuai dengan peraturan yang berlaku di UNS. (ks01)