SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - GoldenBoy Management menantang pebalap herex turun adu balap 201 meter di arena balap drigbike di Jalan Juanda, Solo.
Event balapan 201 meter bertajuk GoldenBoy Dragbike Rookie Perkasa akan digelar di Kota Solo, memperebutkan Piala Wali Kota 2024.
GoldenBoy Dragbike Rookie Perkasa berlangsung di Jalan Juanda, Pucangsawit, Jebres, Solo, dengan panjang lintasan sejauh 201 meter, mulai dari kawasan Pasar Pucangsawit hingga ke arah barat.
Ketua pelaksana, Widiyakso, mengungkapkan bahwa acara ini secara rutin diadakan dengan dukungan Pemerintah Kota Solo.
Widiyakso menjelaskan bahwa Dragbike ini akan mengakomodasi 22 kelas balapan, termasuk kelas baru dengan kapasitas mesin hingga 300cc up.
“Kami membuka kategori mulai dari braket 8 detik hingga 300cc, yang merupakan kelas baru tahun ini untuk memfasilitasi permintaan para peserta,” kata Widi saat jupa pers di Girli Corner, Pucangsawit, Solo 26 September 2024.
Target peserta untuk acara ini cukup ambisius, dengan harapan bisa menggaet 1.500 starter. Peserta datang dari berbagai daerah di luar Solo, termasuk Jawa Barat dan Jawa Timur, yang sudah mengonfirmasi kehadirannya.
Widiyakso menambahkan, event ini menjadi momentum besar karena beberapa daerah lain seperti Grobogan dan Klaten tidak mendapatkan izin untuk menggelar acara serupa, sehingga peserta dari daerah tersebut dialihkan ke Solo.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp111 juta, dengan hadiah per kelas bervariasi, mulai dari Rp1,2 juta untuk juara pertama hingga Rp400 ribu untuk peringkat kelima.
Selain itu, kategori Herex juga akan ditambahkan sebagai kelas ekshibisi, mewadahi para penggemar motor Herex yang kerap beraksi di jalanan.
Perwakilan Klub Motor Solo sekaligus Ketua Panitia, Cornelius Ferdian Riedma Hiersa, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan GoldenBoy Management untuk menyukseskan acara ini.
“GoldenBoy masih baru, dan kami sebagai klub motor Solo ikut mendampingi untuk memastikan penyelenggaraan berjalan lancar,” ujar Dian sapaan karibnya.
Putra mantan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyamto ini juga menyebutkan bahwa event ini sudah mendapatkan rekomendasi dari berbagai pihak terkait, termasuk IMI dan kepolisian setempat.
-
Belajar dari evaluasi tahun sebelumnya, panitia telah menambah jumlah tenda peserta dari 30 menjadi 50 tenda, guna mengatasi masalah overkapasitas yang sempat terjadi.
Ikon Solo, seperti gapura Jurung di titik start dan Gapura Kleco di garis finis, juga akan ditampilkan untuk memperkuat identitas lokal acara ini.
"Nanti start ada ikon Kota Solo, Gapura Jurug dan finis gapura Kleco kemungkinan kalau pindah kota kita juga akan menampilkan ikon kota tersebut, agar kita memiliki khas jadi tidak asal menyelenggarakan balapan saja" jelas Dian.
Dian menegaskan bahwa event ini akan menampung banyak peserta pemula dari berbagai daerah dan kelas motor Herex untuk mencegah balapan liar di jalan raya.
"Harapannya, ajang ini bisa menjadi langkah positif dalam mengembangkan dragbike di Solo dan sekitarnyaa. Selanjutnya, dragbike bisa dilombakan di ajang multievent nasional Pekan Olahraga Nasional (PON)," pungkas Dian. (ks01)