SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah terpaksa mengambil tindakan tegas untuk membubarkan aksi unjuk rasa yang berubah menjadi ricuh di Semarang.
Demonstrasi yang awalnya direncanakan oleh kelompok BEM Mahasiswa Kota Semarang di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, secara mendadak berpindah ke lokasi yang berbeda, yaitu Kantor Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Semarang.
Aksi yang dimulai dengan niat damai itu berubah menjadi kekacauan saat peserta demonstrasi merusak fasilitas umum, termasuk pintu gerbang Balai Kota Semarang.
Kericuhan ini memicu gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di sekitar Jalan Pemuda, yang terpaksa dialihkan oleh petugas untuk mencegah situasi semakin memburuk.
Meskipun pihak kepolisian telah berusaha memberikan imbauan persuasif untuk menjaga ketertiban, situasi semakin memburuk menjelang sore. Massa demonstran mulai melakukan tindakan-tindakan anarkis seperti melemparkan batu dan kayu, yang mengancam keselamatan umum.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengungkapkan bahwa tindakan tegas terpaksa diambil setelah pendekatan persuasif tidak membuahkan hasil.
“Kami sudah berupaya melakukan pendekatan persuasif dan berharap aksi ini bisa berjalan dengan damai. Namun, upaya tersebut tidak dihiraukan, dan situasi semakin tidak terkendali,” ujar Artanto.
-
Untuk mengendalikan kericuhan, petugas menggunakan water cannon dan berhasil memaksa massa menjauh dari lokasi aksi. Beberapa pendemo yang terdorong ke jalan raya sempat melakukan perusakan tambahan pada pot tanaman yang ada di sepanjang jalan Pemuda.
Kombes Pol Artanto menegaskan tindakan polisi telah sesuai dengan prosedur operasi standar dan peraturan kepolisian yang berlaku.
“Petugas di lapangan sudah cukup sabar dalam menghadapi aksi massa ini. Kita sudah memberikan mereka kesempatan untuk melakukan orasi dan terus menerus memberikan imbauan agar tidak melakukan perbuatan anarkis,” tambahnya.
Situasi akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 19.00 WIB. Aktivitas di sekitar Jalan Pemuda dan Balai Kota Semarang kembali normal pada pukul 20.00 WIB setelah kericuhan berakhir.
Arus lalu lintas yang sebelumnya dialihkan kembali normal, dan masyarakat di sekitar lokasi unjuk rasa dapat melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa. (KS01)