nasional

Polresta Surakarta Sekat Konvoi Pesilat di Jurug, Amankan Miras dan Knalpot Brong

KS1
Jumat, 2 Agustus 2024 | 14:11 WIB
Polresta Surakarta Sekat Konvoi Pesilat di Jurug, Amankan Miras dan Knalpot Brong. (KlikSoloNews/dok Polresta Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Menjaga keamanan dan situasi yang kondusif Kota Solo, Polresta Surakarta dan Polsek jajaran melaksanakan penyekatan pengesahan warga baru PSHT Madiun cabang Karanganyar di setiap pintu masuk menuju Solo, Jumat 2 Agustus 2024, dini hari WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi dan dilaksanakan di Perbatasan Kota Solo dengan Kabupaten Karanganyar, tepatnya di Jembatan Jurug .

Kegiatan penyekatan ini bertujuan untuk dapat memantau secara langsung ada tidaknya penggembira atau pengombyong dari warga PSHT wilayah Solo Raya yang akan konvoi ke wilayah Solo sehingga dapat dicegah sedini mungkin.

Polresta Surakarta pada pengamanan kegiatan pengesahan warga baru PSHT Madiun cabang Karanganyar melakukan penyekatan di tujuh titik pintu masuk menuju Solo.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi, mengatakan semua kendaraan roda dua dilakukan pemeriksaan jika melewati pos penyekatan tersebut, dan apabila ditemukan rombongan konvoi pesilat langsung diputarbalikan dan dilakukan pemeriksaan.

"Dalam kegiatan penyekatan tadi malam kami mengamankan enam orang oknum pesilat  yang kedapatan bawa minuman keras dengan barang bukti sebanyak 2 botol air mineral ukuran 1,5 liter yang berisi miras jenis ciu yang disimpan di dalam jok sepeda motornya, " ungkap Kapolresta.

Selain itu Polresta Surakarta juga melakukan penindakan terhadap rombongan pesilat  yang melanggar tata tertib berlalu lintas sebanyak 18 penindakan dengan rincian menilang surat kendaraan sebanyak 12 buah dan menyita kendaraan yang menggunakan knalpot brong sebanyak 6 unit.

“Penyekatan ini dilakukan untuk kelancaran kegiatan pengesahan warga baru PSHT Madiun cabang Karanganyar di Tawamangu tadi malam sehingga berjalan aman dan lancar serta kondusivitas tetap terjaga. Dan juga untuk memfilter antisipasi adanya alkohol, senjata tajam, yang memicu konflik di wilayah kota Surakarta,” pungkasnya. (KS01)

Tags

Terkini