nasional

Luar Biasa!!! Gita Pertiwi Selamatkan Satu Ton Lebih Pangan Berlebih di Kota Solo

KS1
Kamis, 4 Juli 2024 | 15:37 WIB
Luar Biasa!!! Gita Pertiwi Selamatkan Satu Ton Lebih Pangan Berlebih di Kota Solo. (KlikSoloNews/dok Alfian Khamal)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Gita Pertiwi melalui kerjasama antar stakeholder berhasil menyelamatkan pangan layak konsumsi sebanyak 1 ton lebih pada bulan Mei.  Upaya penyelamatan makanan berlebih tersebut Gita Pertiwi lakukan dalam program food sharing.

Dalam program food sharing Gita Pertiwi berkolaborasi dengan beberapa Lembaga seperti Dishanpan Jawa Tengah, Dispangtan Kota Surakarta, Food Cycle, Carefood Solo, dan beberapa kelompok masyarakat.

Kerjasama yang baik tersebut dapat menjadi Upaya mengurangi produksi sampah pangan di TPA Putri Cempo yang saat ini sudah menggunung.

Hasil riset potensi sampah pangan menunjukan sampah pangan dari rumah tangga meningkat dari 0,49 kk/hari di tahun 2018 menjadi 0,73 kk/hari tahun 2021. Belum lagi sampah dari Horeka (hotel, resto, dan katering) yang mencapai 33% dari timbunan sampah pangan.

Sampah pangan tersebut hasil dari makanan berlebih dari konsumsi masyarakat yang tidak dikelola dengan baik. Sehingga makanan tersebut akan terbuang dan menyumbang gunungan sampah TPA Putri Cempo yang mencapai 28 meter.

KLIK JUGA: Jalan Nguyen An Ninh, Surga Kuliner Halal di Ho Chi Minh City Vietnam

Melihat ancaman yang semakin menjadi-jadi tersebut Gita Pertiwi telah menginisiasi program food sharing untuk menyelamatkan makanan berlebih. Program tersebut sudah terlaksana dengan beberapa aktivitas seperti bread rescue, food recue, etalase berbagi, dan berbagi pangan.

“Dalam penyelamatan pangan kami memiliki program seperti bread rescue yang bekerjasama dengan toko roti, food rescue itu nanti dari katering, etalase berbagi yang tersebar di 12 titik untuk mewadahi Masyarakat yang memiliki pangan layak makan dapat dititipkan disitu sehingga ketika ada orang lewat yang butuh bisa ambil, dan berbagi pangan yang setiap bulan kami akan buka open donasi,” jelas Dian salah satu penanggung jawab program penyelamatan pangan di Gita Pertiwi.

Melalui program food sharing tersebut Gita Pertiwi dapat menyelamatkan lebih dari 1ton makanan layak konsumsi dari hotel, pasar, katering, masyarakat, dan toko roti.

Jenis pangan yang terselamatkan bermacam-macam mulai dari sayuran ± 300 kg, paket nasi bungkus 721 kg, lauk pauk 30kg, roti 75 kg, dan beberapa bumbu dapur ± 3 kg.

Dian mengatakan walaupun belum semua elemen Perusahaan makanan tercover untuk penyelamatan pangan, tetapi itu bisa menjadi awal mula membentuk kesadaran masyarakat agar stop boros pangan.

KLIK JUGA: Mengenal Vietnam dari Dekat (2): Ho Chi Minh City, Perpaduan Modernitas dan Budaya Vietnam

“Bulan Mei sendiri kami menemukan fakta bahwa dari sedikit perusahaan makanan saja sudah 1 ton lebih pangan yang terselamatkan. Artinya lebih dari itu masih banyak makanan layak yang masih terbuang sia-sia,” jelasnya.

Gita Pertiwi tidak melakukan Upaya penyelamatan pangan berlebih tersebut sendirian, melainkan juga menggandeng beberapa lembaga lainnya.

Program food sharing tersebut kami bekerja sama dengan Dishanpan Jawa Tengah, Dispangtan Kota Surakarta, Food Cycle, Carefood Solo, dan beberapa kelompok masyarakat. Melalui kolaborasi antarlembaga program food sharing untuk penyelamatan pangan dapat terlaksana dengan lebih terjamin.

“Ya kami tidak bisa apabila bekerja sendiri mengelola pangan berlebih dan butuh beragam elemen masyarakat yang memiliki semangat juang untuk mengurangi sampah organik berlebih terutama di TPA. Jangan sampai kita yang memiliki misi yang sama bergerak sendiri, tetapi mari kolaborasi sesuai peran masing-masing,” jelas Dian

Penyaluran makanan juga tidak sembarangan tetapi Gita Pertiwi bersama lembaga lainnya menyalurkan pangan berlebih kepada pihak yang benar-benar membutuhkan seperti panti asuhan, pejuang jalanan, dan masyarakat membutuhkan lainnya.

KLIK JUGA: Mengenal Vietnam dari Dekat (1): Negeri Naga Bermata Biru yang Menawan

Upaya tersebut berdampak pada pengelolaan sampah pangan di Kota Solo yang lebih optimal sehingga dapat mengurangi timbunan sampah yang ada di TPS Putri Cempo saat ini.

Harapan ke depan banyak perusahaan atau lembaga pangan yang mulai mengelola pangan dengan bijak agar tidak menimbulkan sampah pangan.

“Saya yang penting ini mas tidak ada makanan yang terbuang jadi sampah dan semua siapa saja bisa jadi donator buat berbagi sayur disini. Saya tadi habis ambil lauk dipasar itu juga ada yang ngasi mas, lalu ini nanti juga masih ada yang donasi sayur lagi dari pada berlebih engga laku terbuang,” ujar Mamik. (Alfian Khamal/KS01)

Tags

Terkini