SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Big match Kesatria Bengawan Solo menjamu Dewa United Banten sungguh menarik perhatian pecinta bola basket Indonesia, khususnya di Solo. Sritex Arena full house dipadati penonton, Minggu 16 Juni 2024, malam.
"Terakhir stadion seramai dan seantusias ini adalah pada masa klub legendaris Bhinneka Sritex bertanding. Semua pecinta basket Solo mendukung timnya," kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut.
"Sistem home-and-away yang kita terapkan musim ini berdampak positif. Sistem ini mendukung klub-klub untuk membangun kembali fanatisme masyarakat kepada tim kotanya," sambung Junas.
Tentu tak hanya prestasi di lapangan, tetapi aktivasi-aktivasi di luar lapangan dan interaksi dengan masyarakat akan semakin membangun hubungan klub dengan pecintanya.
"Setiap klub memang harus membangun dan mengembangkan fan base mereka. Hal ini akan menjadi modal penting di era profesionalisme seperti sekarang," pungkas Junas.
-
KGPAA Mangkoenagoro X Gusti Pangeran Harya (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo mengaku sangat excited melihat animo penonton dan pecinta basket di Kota Bengawan.
"Sangat luar biasa. Pertandingan yang luar biasa, penonton juga luar biasa. Saya harap Kesatria Bengawan Solo berprestasi di olahraga basket," terang Gusti Bhre, sapaan karibnya.
Sementara itu, Dewa United memberikan kekalahan ketiga bagi Kesatria Bengawan Solo dengan skor telak 116-85. Sebelumnya, Sang Kesatria kalah dari Prawira Harum Bandung, dan Pelita Jaya.
Atas hasil positif ini, Dewa United masih kokoh di puncak klasemen sementara IBL 2024 dengan 41 poin dari 19 kali kemenangan dan 3 kekalahan.
Sementara KBS berada di posisi dua klasemen dengan rekor 18 menang, tiga kalah dan mengumpulkan 39 poin.
Kekalahan KBS ini juga diwarnai drama pelatih Efri Meldi dikeluarkan dari lapangan karena mendapatkan dua kali technical foul saat laga menyisakan kurang dari 3 menit. (KS01)