nasional

Derby Jateng PSIS Semarang vs Persis Solo Terancam Batal, Kesulitan Rekomendasi Izin Keamanan

KS1
Minggu, 10 Maret 2024 | 19:07 WIB
Stadion Gelora Bangkalan Belum Bisa Digunakan, DERBY Jateng PSIS Semarang vs Persis Solo Terancam Ditunda. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - Derby Jateng PSIS Semarang vs Persis Solo terancam batal, Panpel PSIS kesulitan kantongi rekomendasi izin keamanan.

PSIS Semarang dilanda krisis kandang jelang laga Derby Jateng melawan Persis Solo di pekan ke-29 Liga 1 2023/24.

Stadion Jatidiri yang biasa menjadi homebase Laskar Mahesa Jenar masih dalam tahap renovasi, dan Panpel PSIS kesulitan mencari stadion alternatif.

Upaya untuk menggunakan stadion di Magelang, Bantul, Kota Solo, Kediri, dan Bangkalan menemui jalan buntu.

PSIS Semarang kesulitan mencari kandang untuk lawan Persis Solo di Derby Jateng.

Jika tak menemukan stadion untuk menggelar pertandingan, manajemen PSIS Semarang akan menyerahkan sepenuhnya ke PT LIB.

PSIS Semarang dijadwalkan akan menghadapi Persis Solo pada laga pekan ke-29 Liga 1 2023/24, Kamis 14 Maret 2024.

Laga sarat gengsi bertajuk Derby Jateng tersebut akan mempertemukan dua tim asal Jawa Tengah yang saat ini tengah in fire di kompetisi Liga 1.

Jelang pertandingan tersebut, Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSIS saat ini mengalami kesulitan untuk mencari stadion alternatif di saat masih berlangsungnya renovasi Stadion Jatidiri.

Panpel juga sudah melakukan upaya untuk mencari alternatif stadion dengan berkomunikasi, mendatangi, dan menyerahkan surat permohonan secara resmi seperti di Stadion Moch Soebroto Magelang, Stadion Sultan Agung Bantul, Stadion Manahan Surakarta, Stadion Brawijaya Kediri, hingga Stadion Gelora Bangkalan Madura.

Seperti di Bantul, Panpel dan Manajemen PSIS sudah menghadap ke Bupati Bantul dan di Solo, Panpel juga sudah melakukan komunikasi tatap muka langsung dengan pihak keamanan dan dinas terkait di Kota Solo.

Di beberapa kota lainnya pun sama, Panpel PSIS juga sudah mencoba melakukan komunikasi dengan beberapa pihak terkait seperti pihak keamanan dan pengelola stadion.

Namun semuanya tidak memberikan rekomendasi untuk menggelar pertandingan PSIS vs Persis di wilayah tersebut.

"Per hari ini Panpel sudah mencoba berkomunikasi untuk persiapan pergelaran pertandingan lawan Persis di berbagai lokasi dan belum membuahkan hasil," ujar Ketua Panpel PSIS, Agung Buwono, Minggu 10 Maret 2024.

Agung Buwono menjelaskan, di antaranya di Magelang pihak keamanan tidak mengeluarkan rekomendasi karena dengan pertimbangan infrastruktur kurang memadai untuk laga big match.

Kemudian di Bantul, Pemerintah Kabupaten tidak memberikan rekomendasi penggunaan karena trauma terhadap laga big match saat Persija menghadapi Persebaya beberapa tahun silam.

"Kalau di Solo pada tanggal yang sama sudah dibooking PSS Sleman lebih awal. Kami juga sudah mencoba untuk mengajukan perubahan jadwal menjadi tanggal 17 Maret, pihak pengelola menyetujui, namun pihak keamanan tidak merekomendasikan karena faktor keamanan dan kami direkomendasikan untuk mencari alternatif tempat lain," urainya.

Pihaknya juga mengajukan Stadion Brawijaya Kediri, namun pihak keamanan merekomendasikan pertandingan tanpa penonton.

"Ini justru akan menyulitkan pertandingan di sana dengan menimbang beberapa macam risiko seperti masih dekatnya jarak Kediri ke Semarang dan Solo," lanjut Agung.

Sementara hingga Minggu 10 Maret 2024, Panpel PSIS masih mencoba untuk berkomunikasi dengan pihak terkait seperti Pj Bupati Bangkalan dan pihak keamanan yang menaungi wilayah Stadion Gelora Bangkalan.

"Sampai hari ini kami sedang berkomunikasi dengan Pemkab Bangkalan untuk meminta izin penggunaan Stadion Gelora Bangkalan dan pihak keamanan. Ini merupakan pilihan terakhir, mohon doa teman-teman semua," tutup Agung.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan panpel telah bekerja keras untuk mencari stadion alternatif supaya suporter PSIS bisa menyaksikan laga PSIS vs Persis.

Namun dengan fakta lapangan yang ada, apabila di Bangkalan tidak dapat dilaksanakan pertandingan juga, maka manajemen dan panpel PSIS akan menyerahkan sepenuhnya ke PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sebagai operator liga untuk menggelar pertandingan PSIS vs Persis.

"Jika Bangkalan tidak dapat memberi rekomendasi. Kami akan serahkan sepenuhnya ke PT LIB untuk menggelar pertandingan PSIS vs Persis," ucap Yoyok Sukawi. (*)

Tags

Terkini