nasional

Menapaki Jejak Paman John: Dari Liga Solo Junior hingga Kesatria Bengawan Solo

KS1
Kamis, 22 Februari 2024 | 20:07 WIB
Menapaki Jejak Paman John: Dari Liga Solo Junior hingga Kesatria Bengawan Solo. (KlikSoloNews/dok Paman John)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kota Solo dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Tengah yang melahirkan atlet-atlet potensial.

Salah satu cabang olahraga (cabor) yang peling menonjol di Kota Solo yakni bola basket. Membicarakan basket Kota Solo, tak bisa terlepas dari salah satu tim professional yang pernah lahir, Bhinneka Solo.

Dari rahim Bhinneka Solo ini, lahir juga nama-nama atlet yang membela timnas Indonesia di ajang internasional. Namun, lambat laun, prestasi Bhineka Solo semakin redup.

Pada 2010, Bhinneka Solo menyerah pada keadaan. Selepas itu, prestasi basket Kota Solo bisa dikatakan mati suri.

Setelah 13 tahun berlalu, membuncah semangat baru untuk kembali meroketkan prestasi olahraga basket di kancah internasional. Pergantian pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Solo kembali bergairah.

Adalah Bagus Andrian John, yang dipercaya klub-klub di bawah naungan Perbasi Kota Solo menjadi sang nakhoda baru. Pria yang akrab disapa Paman John resmi memegang kendali penuh Perbasi Kota Solo periode 2023-2027 mulai pertengahan Mei 2023.

Lalu, siapa Bagus Andrian John atau Paman John? Berikut ulasan KlikSoloNews menapaki jejak Paman John, cerita dari Liga Solo Junior hingga Kesatria Bengawan Solo.

Tak membutuhkan waktu lama, pria tinggi besar itu membuncahkan semangat pecinta basket di Kota Bengawan. Paman John memang sangat mencintai olahraga yang dimankan 5 lawan 5 tersebut.

Tak ayal, basket Kota Solo kini menggema lagi di kancah nasional dengan lahirnya Kesatria Bengawan Solo (KBS) yang berhome-base di Gor Sritex Arena. Kesatria Bengawan Solo turun berkompetisi sebagai pendatang baru di Indonesian Basketball League (IBL) 2024.

Sebelum lahir Kesatria Bengawan Solo, Paman John bersama pengurus Perbasi Kota Solo merintis kompetisi basket kelompok umur bertajuk Liga Solo.

Kompetisi yang diikuti kelompok umur ini ini pada awalnya bergulir dengan nama Liga Solo Junir yang telah berjalan memasuki tahun ketiga pada Maret mendatang.

Semarak dan geliat basket Kota Solo tak bisa dilepaskan dari peran sentral sosok Paman John yang benar-benar merintis kompetisi basket dari usia dini.

Berawal dari Liga Solo Junior

Paman John menceritakan bagaimana perjalanan menggulirkan Liga Solo Junior pada 2021 silam hingga kini menjadi tonggak meroketnya basket di Bumi Bengawan.

"Kami mulai dari 2021 dan survive. Berlanjut 2022 akhir mulai mengadakan kompetisi junior yang diawali dari pertandingan antarakademi dan klub terlebih dahulu," kata Paman John, Jumat 23 Februari 2024.

Tak butuh waktu lama, dengan hidupnya Liga Solo Junior plus track record mentereng di dunia basket, Paman John dipercaya memimpin Pengkot Perbasi Kota Solo periode 2023-2027.

Misi besar diusungnya untuk membawa basket Solo semakin harum di kancah nasional.

-
Paman John bersama Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka saat laga ekshibisi jelang launching Kesatria Bengawan Solo. (KlikSoloNews/dok)

"Pertama kali jadi ketua, saya cara bagaimana lapangan basket Manahan harus direvitalisasi dan diperbaharui. Paling tidak klub anggota Perbasi bisa memanfaatkan ini," jelas dia mantap.

Dengan penyediaan lokasi latihan umum tersebut akan menambah jam latihan anak-anak. Sehingga mereka bisa terus mengasah kemampuan di lokasi masing-masing klub atau akademi, plus fasilitas umum.

"Selama satu minggu dibagi jamnya kan lumayan. Alhamdulillah dibantu Wali Kota Surakarta Mas Gibran (Rakabuming Raka), kami juga komunikasi dengan pihak IBL (Indonesian Basketball League) ternyata mereka ada program untuk CSR yakni playground," tambah John.

Melihat adanya program tersebut, pria kelahiran Denpasar 11 Mei 1992 tersebut langsung mengajukan rancangan anggaran ke Pemkot Surakarta.

Paman John juga menjelaskan bagaimana perkembangan, antusiasme, juga program basket di kota ini, sehingga layak untuk diberi bantuan oleh pihak IBL.

"Alhamdulillah bantuan turun. Yang harusnya satu lapangan menjadi dua lapangan (outdoor) karena minat bakat basket tinggi di Solo," urainya bangga.

Dia memaparkan, infrastruktur ini menjadi salah satu variabel pendukung industri basket di Solo. Selain itu ada program dari hulu ke hilir, termasuk klub-klub, kurikulum berjenjang, lalu terselenggaranya kompetisi.

Kompetisi-kompetisi jalan. Bahkan ada yang mengikutsertakan klub luar negeri, yakni event Evergreen Indonesia-Malaysia. Terdapat 120 tim dan hampir ada 240 atlet, official, manajemen. Terselenggara di enam venue di Solo.

"Lalu klub professional. Solo sudah punya semua, tapi ya memang proses kita terus berjalan," tambahnya.

Sport Tourism

Kompetisi berjenjang di Liga Solo Junior semakin mantab dengan adanya muara yakni Kesatria Bengawan Solo (KBS).

Menurut Paman John, proyeksi KBS bukan sebagai tim satu-dua musim saja. Melainkan sebagai skuad dengan rencana jangka panjang.

Paman John berkomitmen bahwa KBS ini nantinya akan menjadi wadah bagi pembinaan pebasket Solo Raya.

"Antusiasme warga Solo saat launching (tim) sangat luar biasa. Kami berterimakasih atas sambutan ini. Kami juga berterimakasih kepada Mas Wali Kota, Gibran Rakabuming Raka yang mendukung Kesatria Bengawan Solo dan pembinaan basket di Solo," paparnya.

Banyaknya orang yang datang ke Solo ini sesuai dengan cita-cita Perbasi Kota Solo. Dimana tidak hanya fokus pada prestasi dan pembinaan atlet muda saja, namun bisa mengolaborasikan KBS untuk sport tourism Kota Solo.

-
Paman John (dua dari kiri) saat menyapa pecinta basket di Kota Solo menjelang tip off IBL 2024. (KlikSoloNews/dok KBS)

"Hingga saat ini sport tourism basket di Kota Solo terus berjalan. Beberapa waktu lalu trofi FIBA berada di Solo dan saat ini Solo punya Kesatria Bengawan Solo yang merupakan tim asli Kota Solo," ujar Paman John.

Bagus Andrian John, atau yang akrab disapa Paman John, telah menjadi sosok inspiratif di balik kebangkitan basket Kota Solo.

Semangatnya yang tinggi dan dedikasi yang luar biasa telah membawa kembali kejayaan basket di Bumi Bengawan.

Kisah Paman John adalah bukti bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, segala sesuatu mungkin terjadi.

Demikian kisah menapaki jejak Paman John, dari Liga Solo Junior hingga Kesatria Bengawan Solo. (KS01)

Tags

Terkini