nasional

Pegiat Medsos Sebut Ganjar Satu-satunya Capres Pemegang Fatsun Politik Lama: Tak akan Diutak-atik Jokowi

KS1
Rabu, 17 Januari 2024 | 23:16 WIB
Ganjar Jadi Magnet di Solo Raya, Warga Ragukan Hasil Survei: Itu Pesanan Ya?. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo disebut sebagai calon satu-satunya di Pilpres 2024 yang masih berpegang teguh pada fatsun dan prinsip pada poltik lama.

Hal tersebut diungkapkan pegiat media sosial (medsos), Nadia Kristiana di channel Youtube Gaspol TV.

Nadia membeberkan akar politik lama yang dimaksud yaitu gabungan antara nasionalis dan religius yang ada dalam diri pasangan Ganjar pranowo dan Mahfud MD. Selain itu, Ganjar-Mahfud berpegang teguh pada fatsun politik dengan tidak menabrak aturan demi kekuasaan.

“Pasangan ini adalah salah satu yang bisa dikatakan tidak bisa diutak-atik oleh tangan politik Pak Lurah secara signifikan. Sehingga bisa dikatakan paling sulit untuk diprediksi,” terangnya.

“Pak Lurah, kalau kita bandingkan dengan pasangan Anis dan Muhaimin di awal maju, ya memang dicuragai adanya tangan Pak Lurah. Terutama saat masuknya PKB untuk berkoalisi dengan Partai Nasdem yang kebetulan setelah koalisi terbentuk, Surya Palo langsung bertemu dengan Pak Lurah,” paparnya.

Nadia membeberkan dirinya mencurigai adanya campur tangan Jokowi dalam koalisi 01 tersebut, karena masuknya PKB yang tiba-tiba. Sehingga jika nanti Pilpres terjadi dua putaran, bisa jadi Jokowi kembali bekerja dan mengatur parpol dari koalisi Anis, terutama antara Nasdem dan PKB.

“Kecurigaan itu kuat karena dua partai ini memang dari awal yang paling keras menolak koalisi antara paslon 01 dan 03, jika nantinya terjadi dua putaran, karena bisa saja dua partai ini pada putaran kedua akan mendukung 02,” katanya.

Apalagi di masa Pemilu 2024, ini ada banyak perubahan pilihan yang dilatarbelakangi oleh entitas kesukuan seperti memilih pemimpin yang sama dengan satu sukunya.

Namun, Nadia menyebut pada pilpres saat ini akan terjadi pembelahan besar pada mayoritas masyarakat Jawa terutama mereka yang masih memiliki dukungan emosional pada Jokowi. (ks01)

Tags

Terkini