JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Hoaks atau Fakta, kasus positif Monkeypox di RS PMI Kota Bogor.
Baru-baru ini beredar informasi di kalangan masyarakat Bogor jika kasus positif Monkeypox atau cacar monyet berada di RS PMI Kota Bogor.
Apakah informasi ini benar atau hoaks alias berita bohong? Dari penjelasan yang dilansir laman resmi Kominfo, dijelaskan terkait informasi kasus positif Monkeypox di RS PMI Kota Bogor.
Beredar sebuah pesan berantai di platform WhatsApp yang berisi informasi bahwa di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RS PMI) Kota Bogor terdapat kasus positif monkeypox.
Kasus tersebut diklaim diderita oleh penderita seorang anak berusia 13 tahun.
Faktanya, informasi pada pesan berantai tersebut adalah tidak benar. RS PMI Kota Bogor melalui akun Instagram resminya @rspmibogor, mengklarifikasi bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan, tidak terbukti adanya kasus positif monkeypox di RS PMI Kota Bogor.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap kasus monkeypox dengan selalu menjaga kebersihan diri.
Jadi kesimpulannya, kasus positif Monkeypox di RS PMI Kota Bogor adalah informasi hoaks atau berita bohong.
Apa itu Monkeypox
Monkeypox adalah penyakit zoonosis. Artinya, penyakit ini dapat menular di antara hewan dan manusia. Virus penyebab cacar monyet bisa menyebar dari hewan ke manusia lewat kontak erat.
Monkeypox pertama kali ditemukan pada monyet liar, karena itulah penyakit ini disebut cacar monyet. Temuan itu diperoleh dari penelitian terhadap monyet di laboratorium di Kopenhagen, Denmark pada tahun 1958.
Meski demikian, virus monkeypox kemungkinan besar tersebar dari berbagai hewan pengerat yang hidup di hutan hujan kawasan Afrika tengah dan barat.
Hewan itulah yang mungkin membawa virus ini di alam, termasuk kemudian menulari monyet liar. Kasus cacar monyet pertama pada manusia pertama kali terdeteksi di Kongo pada 1970.
Adapun penularan monkeypox secara masif terakhir kali dilaporkan pada pertengahan 2022 di sejumlah negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Afrika, dan Australia.
Penyakit ini pada dasarnya jarang dijumpai pada manusia. Para ahli meyakini kasus cacar monyet mengalami peningkatan karena menurunnya imunitas setelah penghentian vaksin cacar air rutin.(KS01)