nasional

Pemerintah Salurkan Beras Bantuan ke Keluarga Penerima Manfaat di Sukoharjo

KS1
Rabu, 20 September 2023 | 22:46 WIB
Mensesneg Pratikno secara simbolis menyerahkan bantuan beras dari pemerintah untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kabupaten Sukoharjo di Gudang Bulog Telukan, Rabu 20 September 2023. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SUKOHARJO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah menyalurkan beras bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Sukoharjo.

Penyerahan bantuan beras kepada 500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kabupaten Sukoharjo tersebut dilaksanakan di Gudang Bulog Telukan, Grogol, Sukoharjo, Rabu 20 September 2023.

Bantuan beras tersebut secara simbolis diserahkan Mensesneg Pratikno mewakili Presiden Jokowi dan didampingi Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Dirut Bulog Budi Waweso, dan Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Terdata 500 KPM di Kabupaten Sukoharjo menerima bantuan dari Presiden Jokowi berupa paket sembako dan beras masing-masing seberat 10 kilogram.

Mensesneg mengemukakan, bantuan beras kepada KPM dari pemerintah tersebut akan diberikan setiap bulannya selama tiga bulan ke depan.

“Bantuan untuk KPM ini diberikan tiga bulan untuk 21,3 juta keluarga dengan total beras yang disedikaan pemerintah yakni 640 ribu ton secara nasional,” ucap Pratikno.

Pratikno mengatakan, pemerintah terus bekerja keras untuk meningkatkan stok pangan dan fokus untuk mendistribusikan kepada masyarakat.

"Jadi, sekarang terus diguyur beras di pasar-pasar modern maupun tradisional, ini tadi juga ada packing-packing dengan harga di bawah pasar," ucapnya.

Pratikno menyampaikan, pemerintah akan terus-menerus menggenjot produksi di wilayah-wilayah yang stok airnya mencukupi untuk terus berproduksi secara maksimal meningkatkan produksi beras Tanah Air.

"Pak presiden terus menerus menghubungi pihak Bulog dan Badan Pangan (Bapanas) untuk menurunkan harga, ini masalah suplay jadi kalau suplay-nya tercukupi harga mulai menurun," pungkas Pratikno.

-
Direktur Utama Bulog, Budi Waseso. (KlikSoloNews/Adhirjasa)

Direktur Utama (Dirut) Bulog, Budi Waseso mengatakan penyaluran bantuan beras kepada KPM ini diharapkan harga beras akan turun di pasaran.

“Tujuannya bagaimana memasifkan penyaluran beras ini, baik di pasar tradisional dan modern dilakukan penggelontoran beras agar semakin masif," tegasnya saat door stop usai penyerahan bantuan beras.

Pihaknya meminta bantuan pemerintah daerah untuk bisa mengikuti penyaluran atau menjual beras kepada masyarakat untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah masing-masing.

"Insyaallah, jika ini terjadi secepat mungkin harga beras akan segera turun. Apalagi stok beras penugasan Bulog saat ini, sebanyak dua juta ton sudah selesai. Hanya tinggal beberapa kedatangan saja, tetapi secara jumlah dua juta ton beras itu, sudah selesai," imbuh Budi Waseso.

-
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

Sementara itu Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menguraikan, secara tegas Presiden Jokowi meminta Bapanas untuk membanjiri pasar dengan stok beras, mulai dari pasar tradisional hingga modern.

"Presiden memerintahkan dimasifkan semua (stok beras), Mensesneg sudah menyampaikan ini akan masif seluruh Indonesia. Kepada masyarakat, imbauannya tidak usah khawatir, stok ada, jangan panic buying belanja secukupnya," tegas Arief. (KS01)

Tags

Terkini