nasional

Tak Sekadar Euforia, Tour De Borobudur Jadi Promosi Lintas Daerah

Selasa, 1 Agustus 2023 | 16:25 WIB
Tak Sekadar Euforia, Tour De Borobudur Jadi Promosi Lintas Daerah. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - Tak sekadar euforia, Tour de Borobudur bisa menjadi promosi lintas daerah. Memiliki rute yang cukup panjang, mengajak peserta Tour de Borobudur menikmati pesona keindahan daerah-daerah wisata yang dilewati.

Berbeda dari lari marathon yang saat ini hanya berkisar 5 kilometer hingga 10 kilometer saja atau cukup digelar di satu kota. Sehingga, Tour de Borobudur ini memiliki potensi pariwisata yang sangat besar.

Wakil Koordinator Penelitian Tour de Borobudur dari Universitas Negeri Semarang, Billy Castyana mengatakan, meskipun dinilai nyaris sempurna, namun masih ada sedikit catatan.

Dia berharap, panitia Tour de Borobudur (TDB) lebih getol melibatkan masyarakat untuk menjadi volunteer. Artinya, nantinya masyarakat dilibatkan langsung dan memiliki semangat untuk berkontribusi.

Selain itu juga mendapatkan pengalaman berbagi, berinteraksi dengan para peserta. Billy juga menyarankan adanya event-event pendamping selama TDB digelar.

"Harapannya bisa lebih luas lagi bisa membawa keterlibatan masyarakat untuk volunteerism, meningkatkan social impact dari Tour de Borobudur," kata Billy saat diwawancara media melalui jaringan seluler, Selasa 1 Agustus 2023.

Tour de Borobudur sudah menjadi agenda rutin tahunan sejak tahun 2000. Banyak penyempurnaan yang dilakukan setiap tahun agar gelaran ini makin sempurna dan bisa dirasakan dampaknya untuk masyrakat yang dilewati rute Tour de Borobudur.

KLIK JUGA: HASIL LIGA 1: Eks Pemain Persis Solo Jadi Pahlawan Persija, Thomas Doll Kecewa Permainan Babak Kedua

Penyempurnaan Tour de Borobudur paling terasa saat Jawa Tengah dipimpin Ganjar Pranowo. Maklum, pria berambut putih itu juga doyan bersepeda. Praktis, ada perhatian lebih dalam menyempurnakan gelaran Tour de Borobudur.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tour de Borobudur mulai bisa dinikmati masyarakat luas. Tak sekadar jadi tontonan konvoi sepeda mahal di trek pedesaan, namun banyak pihak yang dilibatkan.

Ya, selain menyajikan pesona wisata yang dikemas dalam bungkus sport tourism, perhatian Ganjar soal aspek sosial pada Tour De Borobudur menjadikannya helatan yang unik.

Keunikan TDB

Billy mengatakan aspek sosial ini menjadi salah satu indikator keunikan TdB, seperti yang terlihat pada gelaran 2022 lalu.

Waktu itu, dia melihat, Tour de Borobudur menjadi wadah sosial melalui kerjasama dengan anak-anak berkebutuhan khusus, sekolah, hingga universitas. Sisi kemanusiaan yang diangkat mengajak masyarakat dan peserta untuk melihat aspek lain melalui event ini.

"Dan itu mendorong sisi kemanusiaan dari masing-masing peserta untuk melihat bahwa ternyata Tour de Borobudur tidak hanya mementingkan sisi bisnis dan event yang sukses, tapi bagaimana berkontribusi kepada masyarakat secara nyata," ucap Billy

Billy menambahkan, dalam penelitiannya, keterlibatan seluruh pihak terasa lebih kental. Utamanya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung ajang Tour de Borobudur.

KLIK JUGA: Cegah Abrasi, Pena Mas Ganjar Adakan Gerakan Penanaman Mangrove dan Bersih-bersih Pantai di Demak

Tentu karena keterlibatan pemerintah sangat signifikan pada aspek penyiapan lokasi, pengamanan, hingga pelayanan administrasi.

Menurutnya, pemerintah daerah memandang Tour de Borobudur menyimpan potensi besar di sektor ekonomi dan promosi pariwisata.

Berdasar laporannya, salah satu fokus pemerintah daerah adalah menyediakan tempat bagi UMKM lokal. Keterlibatan UMKM lokal, lanjutnya, benar-benar dirasakan sehingga masyarakat tidak hanya sebagai penonton dan peserta saja.

"Sehingga ada multiplier efek yang bisa didapatkan oleh pemerintah dan masyarakat melalui, Tour De Borobudur baik itu secara ekonomi atau promosi agar peningkatan pariwisata terjadi," imbuhnya.

KLIK JUGA: Polda Jateng Ajak Masyarakat Cegah Penyebaran Hoaks di Medsos

Selain pemerintah, Tour de Borobudur juga menarik banyak perusahaan untuk bergabung menjadi sponsor. Menurut Billy, para sponsor melihat Tour de Borobudur memiliki potensi pasar yang besar dilihat dari banyaknya jumlah peserta. Apalagi, peserta yang datang bukan hanya dari Jawa Tengah saja.

"Perusahaan melihat ini kesempatan untuk meningkatkan brand awareness. Sebenarnya yang mereka tuju adalah bagaimana masyarakat bisa mengenal. Produk-produk yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut melalui event ini," paparnya.(*)

Tags

Terkini