SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Partai Nasdem dihantam kasus korupsi yang menyita perhatian publik. Akankah kasus korupsi yang menjerat kader Nasdem tersebut memengaruhi perolehan suara dalam Pemilu 2024, terutama di Solo Raya?
Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Johny G Plate secara mengejutkan menjadi tersangka dalam dugaan kasus korupsi.
Kasus korupsi yang menjerat Johny G Plate ini tentu saja mengentak publik Tanah Air dan memengaruhi psikis internal dari Partai Nasdem menjelang Pemilu 2024.
Berbagai pihak menilai, adanya kasus korupsi Johny G Plate tersebut juga berimbas pada suara Partai Nasdem dapam Pemilu 2024, terutama di wilayah Solo Raya.
Terkait kasus yang menjerat rekannya sesama Partai Nasdem, Anggota DPR RI dari fraksi Partai Nasdem, Eva Yuliana mengaku, dirinya menghormati proses hukum terkait kasus dugaan korupsi penyediaan base transceiver station (BTS) dalam program Bakti Kementerian Komunikasi.
“Kami menghormati hak prerogatif presiden untuk mengganti siapa yang menjadi pembantunya. Dan proses hukum kan tetap berlanjut dan dihormati menurut saya itu baik,” ujar Eva saat ditemui di daerah Pasarkliwon, Solo, Jumat 28 Juli 2023, sore.
Disinggung kasus korupsi yang menjerat koleganya tersebut apakah akan memengaruhi suara Partai Nasdem di Pemilu 2024? Eva Yuliana pun enggan menjawab terkait persoalan tersebut.
Dalam Pemilu 2024 nanti, kata Eva, dia mengaku bertarung di dareah pemilihan (Dapil) neraka. Mengingat, Dapil V Jateng diisi dengan sejumlah tokoh politik terkemuka, sebut saja di antaranya Puan Maharani dan Aria Bima dari PDIP, Abdul Kharis dari PKS, Dwi Purwanto yang dikenal Mas Bay dari Partai Demokrat, serta Henry Indraguna dari Golkar. Meski begitu, dirinya yakin masih diberikan amanah oleh masyarakat.
“Saya rasa semua caleg punya strategi masing-masing sesuai dengan jaringan, sesuai dengan kelebihan dan kondisi situasi masing-masing. Yang namanya strategi kalau disampaikan akhirnya bukan jadi strategi, tapi setiap caleg pasti menyiapkan strategi masing-masing,” ungkap Eva.
Dia berharap, agar Pemilu 2024 mendatang berjalan lancar dan bisa benar-benar menjadi pesta demokrasi yang sebenarnya.
“Tapi saya berharap di Dapil V Jateng ini semua caleg bisa menciptakan pemilu yang baik dan rukun. Saya harap ini benar-benar menjadi pesta demokrasi,” harapnya.
Disinggung terkait berkurangnya jatah kursi menteri dari Partai Nasdem, Eva mengatakan, bukan tanda partainya tersingkir dari kubu koalisi pemerintah.
Menurutnya, pemilihan menteri tetap merupakan hak prerogatif Presiden meski jatah dari partainya kini telah berkurang di kursi pemerintahan.
“Nggak lah, saya rasa soal menteri kita menghormati hak prerogatif presiden. Kalau ini berbeda dengan langkah menurut saya,” pungkas Eva. (KS01)