nasional

Dua Srikandi Kota Solo Ini Dijagokan Gantikan Gibran Pimpin Kota Bengawan

Rabu, 10 Mei 2023 | 12:04 WIB
Astrid Widayani dan Aekar Tandjung dijagokan jadi penerus Gibran pimpin Kota Solo. (KlikSolo/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Dua Srikandi Kota Solo ini dijagokan gantikan Gibran pimpin Kota Bengawan.

Menjelang tahun politik, suhu politik di Kota Solo semakin menghangat. Tokoh sentral, Gibran Rakabuming Raka, bisa jadi akan melompat lebih tinggi ke jajaran gubernur pada Pemilu 2024.

Lalu, siapa sosok milenial yang pantas memimping Kota Solo jika Gibran Rakabuming Raka memilih lompatan karier menjadi gubernur?

Rumor politik berkembang, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka dijagokan menuju kursi DKI Jakarta 1 atau Jateng 1, yakni menjadi gubernur. Namun santer berkembang, Gibran akan menduduki kursi Jateng 1 menggantikan Ganjar Pranowo yang ditugaskan PDI Perjuangan mengisi calon presiden (capres) 2024.

Sepeninggal Gibran nantinya, siapa sosok yang akan menggantikan kepempimpinannya yang dikenal satset, dasdes, dan responsif terhadap permasalahan kota? Dua nama srikandi Kota Solo menjadi yang pertama disebut.

Adalah Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Solo, Antonius Yogo Prabowo yang memiliki pendapat jika dua srikandi Kota Solo ini bisa dan mampu menggantikan peran sentral Gibran Rakabuming Raka.

Yogo menyebut, Astrid Widayani dan Sekar Krisnauli Tandjung atau akrab disapa Sekar Tandjung merupajan figur potensial untuk menjadi penerus Gibran Rakabuming Raka untuk Kota Solo pada periode selanjutnya.

Yogo berpendapat, Gibran memiliki peluang untuk maju pada Pilkada Jawa Tengah (Jateng) atau DKI Jakarta, sehingga harus ada figur penerus yang bisa dipertimbangkan.

“Menurut kami ada Mbak Astrid Widayani yang sepertinya punya kehendak maju,” kata Yogo, Senin 8 Mei 2023.

Kemudian ada nama Ketua DPD Partai Golkar Sekar Krisnauli Tandjung yang juga berpotensi. Yogo menyatakan kedua figur itu layak untuk menjadi calon wali kota karena usia yang masih muda.

Secara terpisah, Astrid Widayani mengaku masih menyelesaikan amanat yang diembannya sebagai Rektor Universitas Surakarta (Unsa) yang dia pegang sejak awal tahun ini.

“Di satu sisi saya akan terus berkontribusi seperti apa yang sudah selama ini saya lakukan untuk Solo khususnya apapun itu nanti tinggal melihat waktu saja, wait and see,” ujar Astrid Widayani saat dikutip dari SOCLyfe.

Pemimpin Perempuan

Menurut Astrid, sudah menjadi hal yang wajar jika perempuan mengisi panggung pemimpin termasuk di pemerintahan. Sebab banyak daerah yang memiliki pemimpin perempuan.

“Sudah banyak sekali daerah-daerah yang menjadikan perempuan sebagai pemimpin daerah jadi itu sekarang tinggal melihat apa yang ingin dilakukan untuk daerahnya masing-masing,” lanjutnya.

Astrid menilai sosok pemimpin harus memiliki sifat yang tangkas sehingga mampu bergerak cepat, adaptif terhadap perubahan masyarakat yang dinamis dan fleksibel.

“Untuk saat ini saya kira satu kata yang harus dimiliki yaitu agility bagaimana dia bisa merespon segala macam perubahan yang ada. dan ini tidak bisa secara gender,” kata dia.

Sifat-sifat itu, lanjut Astrid biasanya mudah ditemukan pada figur pemimpin muda.

“Untuk jadi pemimpin salah satu kuncinya adalah selain dia bisa menguasai apa yang nantinya bisa dikembangkan untuk khalayak umum tapi satu sisi sifat-sifat itu biasanya dimiliki anak muda atau milenial,” tandasnya.

Senada dengan Astrid Widayani, Sekar Tandjung berpendapat kini makin banyak perempuan dan kaum muda yang terjun di dunia politik dan kemasyarakatan.

Kepemimpinan kaum mudah seolah mematahkan stereotype anak muda yang apatis dunia politik yang padahal menjadi salah satu media untuk berbuat kebaikan bagi masyarakat.

“Seneng banget karena berarti anak muda berarti punya ketertarikan terhadap politik dan kepemimpinan. Dengan munculnya tokoh-tokoh muda ini karena mereka peduli kok. Ada representasi kaum muda dan sangat penting,” ujarnya.

Baginya nama yang disebut sebagai figur potensial itu berarti telah memiliki track record yang baik.

“Sisi positifnya adalah kita telah melakukan sesuatu yang dianggap pantas untuk namanya ada di situ sisi satu lagi adalah kita ada ekspektasi ini orang mau ngapain, apa yang mau dilakuin sama ini orang. Ya itulah yang harus kita lalui,” tandas Sekar. (KS01)

Tags

Terkini