nasional

Mengusung Lancar Streaming Tanpa Buffering, MyRepublic Ekspansi ke Boyolali

Selasa, 28 Maret 2023 | 20:50 WIB
Partnership dan Marketing Manager MyRepublic Indonesia Shelly Maryanti. (KlikSoloNews/Dhirajasa)

-


BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM – Mengusung tagline ‘Lancar Streaming Tanpa Buffering’, MyRepublic mulai ekspansi ke Kabupaten Boyolali.

Provider internet, MyRepublic melirik Kabupaten Boyolali sebagai pasar potensial untuk pengembangan bisnisnya dengan membuka cabang baru.

MyRepublic siap melayani pemintaan internet berlangganan untuk masyarakat di wilayah Boyolali dan sekitarnya.

Partnership dan Marketing Manager MyRepublic Indonesia Shelly Maryanti di Boyolali, menjelaskan, saat ini MyRepublic memiliki 5.000 titik sambung, di mana sudah ada 500 pelanggan di Kota Boyolali.

KLIK JUGA: Pengurus HIPMI Solo Resmi Dilantik, Respati Ardi Janjikan Warna Baru

“Akhir tahun ini MyRepublic menargetkan memiliki titik sambung sebanyak 20.000 atau meningkat 30 persen,” terang Shelly saat ditemui di Boyolali, Selasa 28 Maret 2023.

MyRepublik akan melaunching secara bersamaan di delapan kota pada 12 April 2023 mendatang, termasuk salah satunya di Boyolali.

Boyolali menjadi kota ke-24 dalam ekspansi anak perusahaan Sinar Mas Group yang bergerak pada provider service internet dan TV berlangganan.

"Boyolali sudah ada 5.000 titik sambung dengan 30-50 pelanggan di Boyolali. Daerah ini, memiliki potensi besar dalam pengembangan internet, sehingga kami ekspansi ke Boyolali," jelasnya.

MyRepublic memiliki alasan yang kuat dengan memilih Boyolali setelah Kota Solo. Shelly menjelaskan, Boyolali menjadi salah satu daerah yang berkembang pesat dari sisi pembangunan.

Analisa dari tingkat upah minimum regional (UMR), daya beli masyarakat, populasi dan Boyolali juga dekat dengan Kota Solo yang sudah dilaunching tahun sebelumnya.

KLIK JUGA: ZAP Clinic Resmi Buka Cabang Baru di The Park Mall Solo Baru

“Kami melihat Boyolali memiliki potensi besar dalam pengembangan layanan internet MyRepublic,” tambahnya.

Shelly mengemukakan, secara nasional sudah ada 1,5 juta titik sambung. Pihaknya bulan ini, fokus area Jawa, karena pada 12 April akan launching serentak pembukaan 8 kantor cabang baru di Tegal termasuk Boyolali.

MyRepublic, lanjut Shelly, siap bersaing dengan pesaing-pesaingnya yang sudah terlebih dulu ada di Boyolali.

“Kami ingin mengedukasi internet berkualitas sesuai kebutuhan. Kalau murah, internet kurang bagus jadinya menghambat. Sehingga, setiap pemasangan provider internet, petugasnya juga mengedukasi, apakah kebutuhan internet sudah sesuai dengan besaran yang dibeli,” tandasnya.

KLIK JUGA: Jawara UMKM Solo, Dampingi Wirausahawan Naik Kelas dari Pelatihan hingga Pendampingan Komprehensif

“Selain itu, kami juga menyasar komunitas maupun event e-sport dalam hal jaringan internet,” imbuh Shelly.

Adapun biaya produk mulai Rp200 dengan layanan 20 mbps sampai tertinggi produk my gamers 250 mbps. Pihaknya juga ada paket combo TV yang bekerja sama dengan berbagai saluran televisi.

Selain itu, MyRepublic juga memberikan kemudahan dalam layanan. Antara lain, program self service yang bisa diakses melalui berbagai media sosial, layanan hotline dan bisa ke kantor cabang.

Bahkan, pihaknya membuka pintu bagi masyarakat yang ingin mencoba langsung layanan internet di kantor cabang. Tidak menutup kemungkinan, ekspansi provider service internet merambah wilayah lereng Merapi-Merbabu.

Cara Berlangganan MyRepublic

Lalu, bagaimana cara berlangganan MyRepublic untuk wilayah Boyolali dan sekitarnya. Berikut ini link informasi cara berlangganan MyRepublic lengkap dengan paket internetnya.

Informasi Cara Berlangganan MyRepublic KLIK DI SINI

MyRepublic memiliki kantor cabang di Jalan Nangka, Gumulan, Boyolali Kota. Ada berbagai promo yang disiapkan bagi pelanggan baru.

Selama masa promo, biaya pemasangan gratis. Selain itu, pihaknya menggunakan fulll fiber internet yang membuat jaringan internet semakin lancar. Ada layanan unlimited kuota anti FUP. Kemudian simetris dengan besaran berkas upload dan download 1:1. (KS01)

Tags

Terkini