nasional

Kisah Didik, Wisatawan Asal Sukoharjo yang Tertahan di Karimunjawa karena Cuaca Buruk

Minggu, 25 Desember 2022 | 22:00 WIB
Ilustrasi Karimunjawa. Pemprov Jateng Dorong Pembukaan Rute Penerbangan Semarang-Karimunjawa untuk Tingkatkan Pariwisata. (KliksoloNews/LBC)

KARIMUNJAWA, KLIKSOLONEWS.COM – Sejumlah wisatawan dari berbagai daerah masih tertahan di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, karena cuaca buruk.

Dari data Pemkab Jepara, sedikitnya 318 wisatawan masih tertahan dan belum bisa melaut dikarenakan cuaca yang buruk.

Diketahui, cuaca Karimunjawa pada saat ini memang masuk dalam gelombang tinggi. Hal itu terjadi hampir setiap tahun yang biasa disebut musim Baratan.

Gelombang di lautan bisa mencapai 2 meter hingga 4,5 meter, sehingga membuat kapal yang mengangkut wisatawan tak bisa melaut atau menyeberang.

Dari ratusan wisatawan tersebut, salah seorang berasal dari Kabupaten Sukoharjo. Adalah Didik, seorang wisatan asal Sukoharjo yang masih tertahan di Karimunjawa.

Saat tertahan di Karimunjawa, Didik bersama keluarganya menginap di Home Stay Asta sejak Kamis 22 Desember 2022. "Allhamdulillah untuk makan dan penginapan terpunuhi semua. Saya bersama keluarga berempat," kata Didik.

Sementara itu, Pj Bupati Jepara  Edy Supriyanta siapkan opsi untuk mebantu wisatawan yang tertahan di Karimunjawa karena cuaca.

Hal itu disampaikan dalam Rakor bersama Kapolres Jepara AKBP Warsono, Dandim 0719/Jepara Letkol Inf. Muhammad Husnur Rofiq, Sekda Jepara Edy Sujatmiko, Kepala Perangkat Daerah serta Camat Karimunjawa Muslikin, di uang Rapat Sosotrokrtono, Minggu (25/12/2022).

Edy Supriyanta mengatakan, Pemkab Jepara akan mempersiapkan beberapa opsi untuk membantu wisatawan yang tertahan di antaranya menyiapkan posko aduan di Kantor Kecamatan dan bila diperlukan PMI dan Baznas akan membuat dapur umum untuk mencukupi kebutuhan makan wisatawan.

"Selain posko aduan dan dapur umum, Pemkab Jepara akan menghubungi Pengusaha Hotel Resort Indonesia (PHRI) untuk meminta memberikan diskon khusus kepada wisatawan supaya tidak memberatkan," kata Edy melalui rilis resmi yang diterima KlikSoloNews.com.

Disamping itu Edy juga langsung melayangkan surat permohonan bantuan ke Dirjen Perhubungan Laut Cq. Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Surat permohonan tersebut untuk melakukan deviasi Kapal Pelni KM Kelimutu dari Kalimantan ke Semarang untuk berlayar ke Karimunjawa guna mengevakuasi wisatawan yang tertahan dan mengirimkan bahan pokok makanan untuk masyarakat Karimunjawa.

-
Suasana Pelabuhan Karimunjawa saat cuaca cerah. (KlikSoloNews/LBC)

"Langkah ini ditempuh karena berdasarkan prakiraan cuaca dan gelombang BMKG bahwa gelombang tinggi pada perairan Utara Pulau Jawa berlangsung dari 23 - 31 Desember 2022," tambahnya.

Ia menambahkan, Pemkab Jepara juga sudah mempersiapkan Wisma Wisata dan hotel yang berada di Jatikerep untuk menampung wisatawan yang sudah kehabisan bekal untuk menghubungi petugas di Wisma Wisata.

"Sudah ada 14 kamar yang disiapkan untuk menampung wisatawan," tambahnya.

Edy Supriyanta juga mengimbau kepada pelaku travel atau tour untuk tidak memberangkatkan wisatawan ke Karimunjawa di akhir Desember, mengingat gelombang dan angin sangat tinggi karena faktor cuaca.

Camat Karimunjawa Muslikin menjelaskan, wisatawan yang ada di Karimunjawa berjumlah 318 saat ini untuk perbekalan aman, sampai saat ini kondisi masih aman dan tidak seheboh yang ada diberitakan media.

"Wisatawan yang ada di Karimunjawa saya pastikan aman," tegasnya. (KS01)

Tags

Terkini