SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemilihan wali kota Solo dalam Pilkada Serentak 2020 tinggal menghitung hari. Tepatnya 9 Desember 2020, masyarakat di Kota Solo akan menentukan siapa menjadi memimpin Kota Solo dalam lima tahun ke depan.
Calon wali kota Solo nomor urut 1, Gibran Rakabuming Raka tak berhenti terus bergerak dan berkonsolidasi dengan beragam kalangan. Pria berusia 33 tahun tersebut menghadiri sarasehan yang digagas Partai Bulan Bintang (PBB) di Gedung Joeang 45, Jalan Kapten Mulyadi No. 113, Kedunglumbu, Pasarkliwon, Senin (23/11/2020), malam.
Ada yang menarik dalam sarasehan yang diusung dalam suasana serius tapi santai. Salah satu peserta merupakan mantan napi teroris (napiter) Bom Bali, Joko Tri mengharapkan tetap diberikan ruang untuk berkarya kepada dirinya dan rekan-rekannya.
“Saya mantan napi teroris bom Bali, dengan Pak Rudy kami diberi ruang untuk membentuk yayasan, namanya Gemassalaam. Waktu pandemi kemarin kami bersama teman-teman menyumbang masker sebanyak 2.000 dan membantu paket sembako,” terangnya.
Joko menceritakan, dirinya terlibat Bom Bali pada 2002 dan ditangkap pada tahun 2004. Joko menjalani 4 tahun masa hukuman dan bebas pada tahun 2008.
“Harapan saya, peran pemerintah bisa membantu kami untuk kembali ke masyarakat. Karena masih banyak terjadi penolakan dan stigma negatif. Alhamdulillah saya bersama teman-teman lainnya bisa kembali ke NKRI, sebelumnya saya kerja ikut orang jualan bestik di Penumping,” ujarnya antusias.
Joko pun menaruh harapan banyak pada Gibran, pria berpeci itu mendoakan Gibran agar sukses di pencalonan wali kota dan dapat menjadi pemimpin amanah.
“Sekarang kami dengan teman-teman mantan napi teroris kalau di Solo sekitar 42 orang yang sudah kembali ke NKRI, sekarang usaha kami ternak kambing dan lele yang kami lakukan bersama-sama,” tuturnya usai mengabadikan foto dengan ayah Jan Ethes.
Lain lagi harapan dari Hari Martin, warga Nusukan yang meminta perhatian lebih pada kondisi permakaman muslim.
“Saya hanya prihatin permakaman umat Islam rata-rata tidak begitu terawat, padat, dan berjejal. Nanti mohon perhatian khusus, Mas. Semoga dapat menyediakan fasilitas makam dengan cara yang lebih baik,” ujarnya.
Afriansyah Noor selaku Sekjen PBB menyebut sosok Gibran bisa membawa masyarakat Solo lebih makmur.
“Pertemuan ini disaksikan seluruh keluarga besar PBB di Indonesia melalui zoom meeting. Mas Gibran merupakan figur milenial yang progresif, aktif, pengusaha muda, dan baik,” tuturnya.
“Insyaallah bisa membawa masyarakat lebih makmur. Kita siap bekerja sama dengan pemerintah, kalau ada kelompok inteloran yang berani ganggu, kami siap melawan itu semua,” sambungnya.
Menanggapi itu, Gibran mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dan masukan dari masyarakat yang menginginkan Kota Solo melompat lebih jauh lagi .
“Sebenarnya saya itu udah nggak mikir mau kalah atau menang, yang penting kesehatan masyarakat yang utama. Sejak Maret sudah tidak ada relawan politik lagi, saya arahkan teman-teman relawan saya melakukan aksi kemanusiaan,” tuturnya.
Dia pun menanggapi masukan dari Joko Tri dan Hari Martin, sesuai apa yang disampaikan mengenai visi-misinya saat debat, putra sulung Presiden Joko Widodo ini akan merangkul UMKM agar naik kelas melalui Creative Hub.
Gibran akan mendampingi dari proses branding, marketing, hingga mengurus perizinan untuk bersinergi menuju pemulihan ekonomi pascapandemi.
“Nggih, Pak. Ini juga jadi keluhan dari banyak warga kalau saya blusukan. Ini jadi catatan khusus bagi saya,” pungkas bapak dua anak tersebut. (KS01-01)