gaya-hidup

TIPS KESEHATAN! Jangan Ketipu Klaim “Sehat”! Ini Cara Cerdas Baca Label Gizi di Kemasan Makanan

KS1
Jumat, 29 Mei 2026 | 12:00 WIB
TIPS KESEHATAN! Jangan Ketipu Klaim “Sehat”! Ini Cara Cerdas Baca Label Gizi di Kemasan Makanan. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Pernahkah kamu memperhatikan label gizi di balik kemasan makanan atau minuman yang kamu konsumsi?


Banyak orang masih mengabaikannya karena dianggap rumit, tidak penting, atau sekadar membuang waktu.


Padahal, informasi tersebut sangat penting untuk mengetahui apa saja yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh.


Sering produk kemasan menampilkan klaim seperti “rendah lemak”, “tanpa gula”, atau “tinggi serat”. Namun, klaim tersebut tidak selalu mencerminkan kandungan sebenarnya. Di sinilah pentingnya kemampuan membaca label gizi secara tepat.


Label gizi pada makanan dan minuman sering diabaikan, padahal penting untuk kesehatan. Dilansir laman resmi Kemenkes, simak cara membaca label gizi agar tidak tertipu klaim “sehat” di kemasan produk.

Mengapa Label Gizi Penting?


Label gizi memberikan informasi lengkap mengenai kandungan nutrisi dalam suatu produk, seperti:




  • Energi atau kalori

  • Karbohidrat, protein, dan lemak

  • Gula dan serat

  • Natrium (garam)

  • Vitamin dan mineral


Dengan memahami informasi ini, kamu bisa lebih mudah mengontrol asupan gula, garam, dan lemak, sekaligus memilih makanan yang lebih sehat dan seimbang.



Komponen Penting dalam Label Gizi


1. Ukuran Porsi (Serving Size)


Ini adalah bagian yang paling sering diabaikan. Semua nilai gizi dalam label dihitung berdasarkan satu porsi.


Jika kamu mengonsumsi lebih dari satu porsi, maka seluruh nilai seperti kalori, gula, dan lemak harus dikalikan sesuai jumlah konsumsi.



2. Kalori (Energi)


Kalori menunjukkan jumlah energi yang diperoleh dari makanan. Jika ingin menjaga atau menurunkan berat badan, kamu perlu memperhatikan total asupan kalori harian.


Namun, perhitungan kalori harus selalu disesuaikan dengan ukuran porsi agar tidak terjadi kesalahan persepsi.



3. Makronutrien (Karbohidrat, Protein, Lemak)



  • Karbohidrat: termasuk gula dan serat, berfungsi sebagai sumber energi

  • Protein: penting untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh

  • Lemak: sumber energi tinggi, tetapi perlu dibatasi terutama lemak jenuh dan trans


Keseimbangan makronutrien sangat berpengaruh pada kesehatan jangka panjang.



4. Gula dan Natrium


Dua komponen ini sering menjadi perhatian utama:




  • Gula tambahan dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes

  • Natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah


Idealnya, konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 10% total kalori harian.



5. %AKG (Angka Kecukupan Gizi)


%AKG menunjukkan kontribusi nutrisi terhadap kebutuhan harian.

Halaman:

Tags

Terkini