gaya-hidup

Dari ‘Rizz’ hingga ‘Skibidi’, Ini Kosakata Gaul Gen Alfa yang Wajib Tahu

Rabu, 19 Maret 2025 | 12:46 WIB
Ilustrasi generasi Alfa tengah melakukan komunikasi virtual menggunakan bahasa slang. (Foto: Unsplash/Helena Lopes)

KLIKSOLONEWS.COM – Generasi Alfa, yang lahir pada tahun 2010 ke atas, menciptakan bahasa unik dalam komunikasi sehari-hari. Dipengaruhi oleh teknologi, media sosial, dan budaya internet, bahasa slang yang mereka gunakan berkembang dengan cepat dan menjadi bagian dari identitas digital mereka.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Alfa tumbuh di era di mana interaksi digital lebih dominan dibandingkan komunikasi langsung.

Platform seperti TikTok, Instagram, dan Snapchat menjadi ruang utama mereka berkomunikasi, berbagi konten, serta menciptakan tren baru, termasuk dalam penggunaan bahasa.

Kata-kata seperti “Sigma”, yang berarti seseorang yang dominan dan keren, atau “Skibidi”, yang berasal dari serial YouTube Skibidi Toilet dan sering dikaitkan dengan sesuatu yang negatif, menjadi bagian dari kosa kata mereka.

Ada juga istilah seperti “Rizz”, singkatan dari charisma, yang menggambarkan pesona seseorang, serta “Ohio”, yang dalam slang ini digunakan sebagai ejekan.

Menurut sebuah penelitian dari Oxford Internet Institute, bahasa slang yang berkembang di dunia digital mencerminkan kecepatan informasi dan budaya pop yang terus berubah.

Media sosial tidak hanya mempercepat penyebaran istilah-istilah baru, tetapi juga membentuk cara komunikasi yang lebih ringkas dan efisien.

Sebuah laporan dari Pew Research Center juga menunjukkan bahwa 74 persen anak muda di bawah 18 tahun lebih nyaman mengekspresikan diri secara digital dibandingkan dalam percakapan tatap muka.

Dampak dari bahasa slang ini bukan hanya sekadar tren, tetapi juga mengubah cara Gen Alfa membangun hubungan sosial.

Penggunaan istilah tertentu menjadi simbol kebersamaan dalam komunitas digital mereka, menciptakan identitas bersama yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya. Bahasa ini juga menjadi cara mereka mengekspresikan emosi dan reaksi secara lebih cepat dan kreatif, sering kali dengan kombinasi teks, emoji, dan bahkan bahasa tubuh dalam bentuk GIF atau video pendek.

Fenomena ini menunjukkan bahwa bahasa selalu berkembang mengikuti zaman. Jika generasi sebelumnya memiliki istilah seperti “gaul”, “kepo”, atau “baper”, maka Gen Alfa menciptakan kosakata baru yang lebih relevan dengan dunia mereka. Kecepatan perubahan bahasa di era digital menuntut kita untuk terus mengikuti tren agar tetap bisa berkomunikasi dengan generasi masa depan.

Bagi Gen Z dan generasi lainnya yang ingin tetap relevan, memahami bahasa slang Gen Alfa bisa menjadi jembatan untuk lebih dekat dengan mereka. Dengan terus berkembangnya teknologi dan tren digital, siapa tahu istilah baru apa lagi yang akan muncul dalam beberapa tahun ke depan? (KS06)

 

Tags

Terkini