Jumat, 12 Juni 2026

Modus Penipuan Jual Beli Mobil Segitiga Kian Marak, Begini Cara Kerjanya dan Tips Menghindarinya

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 6 Maret 2026 | 10:33 WIB
Modus Penipuan Jual Beli Mobil Segitiga Kian Marak, Begini Cara Kerjanya dan Tips Menghindarinya. (KlikSoloNews/dok AI)
Modus Penipuan Jual Beli Mobil Segitiga Kian Marak, Begini Cara Kerjanya dan Tips Menghindarinya. (KlikSoloNews/dok AI)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Maraknya transaksi jual beli kendaraan secara online membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai modus penipuan.


Salah satu yang kembali sering terjadi adalah modus penipuan jual beli mobil segitiga, yang kerap menjerat pembeli maupun penjual.


Modus ini disebut “segitiga” karena melibatkan tiga pihak, yakni penjual asli, pelaku penipuan, dan calon pembeli. Pelaku memanfaatkan kelengahan kedua pihak untuk mengambil keuntungan secara ilegal.



Cara Kerja Modus Penipuan Mobil Segitiga


Dalam praktiknya, pelaku biasanya memulai dengan mencari iklan mobil yang dijual oleh pemilik asli di marketplace atau media sosial. Setelah menemukan target, pelaku akan menyalin informasi mobil tersebut, mulai dari foto hingga spesifikasi kendaraan.


Berikut tahapan yang biasa dilakukan pelaku:


1. Menghubungi Penjual Asli
Pelaku berpura-pura menjadi calon pembeli dan meminta izin untuk melihat mobil atau menanyakan detail kendaraan. Dari sini pelaku mendapatkan nomor kontak dan informasi lengkap mobil.


2. Memasang Iklan Baru dengan Harga Lebih Murah
Selanjutnya, pelaku membuat iklan baru dengan menggunakan foto mobil milik penjual asli, tetapi menawarkan harga yang lebih murah agar menarik minat pembeli.


3. Menghubungkan Pembeli dengan Penjual Asli
Ketika ada calon pembeli yang tertarik, pelaku mengarahkan pembeli untuk melihat mobil langsung ke pemilik asli. Namun pelaku biasanya meminta pembeli tidak menyebut harga sebenarnya dengan alasan tertentu.


4. Pembeli Diminta Transfer ke Rekening Pelaku
Setelah pembeli yakin dengan kondisi mobil, pelaku akan meminta pembayaran atau uang tanda jadi ditransfer ke rekeningnya. Pembeli mengira rekening tersebut milik penjual asli.


5. Penjual Asli Tidak Menerima Uang
Masalah muncul ketika pembeli sudah mentransfer uang, sementara penjual asli tidak menerima pembayaran apa pun. Akhirnya kedua pihak sama-sama menjadi korban.



Mengapa Banyak Korban Tertipu?


Modus ini sering berhasil karena beberapa faktor, di antaranya:





  • Harga mobil yang ditawarkan jauh lebih murah dari pasaran




  • Pelaku pandai meyakinkan korban melalui komunikasi intens




  • Transaksi dilakukan secara terburu-buru

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X