soloraya

Karyawan Swasta di Wonogiri Ditangkap Usai Lakukan Pelecehan Seksual di Tiga Kecamatan

KS1
Rabu, 20 Mei 2026 | 23:03 WIB
Karyawan Swasta di Wonogiri Ditangkap Usai Lakukan Pelecehan Seksual di Tiga Kecamatan. (KlikSoloNews/dok)

WONOGIRI, KLIKSOLONEWS.COM – Kasus pelecehan seksual kembali menggemparkan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Seorang pria berinisial MK (28), warga Kecamatan Eromoko, diamankan polisi setelah diduga melakukan pencabulan terhadap dua perempuan di lokasi berbeda.


Pelaku yang bekerja sebagai karyawan swasta itu disebut telah beraksi sebanyak empat kali di wilayah Kecamatan Eromoko, Manyaran, dan Wuryantoro.


Kasus tersebut kini ditangani oleh Polres Wonogiri setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian.


Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, mengungkapkan laporan pertama diterima dari seorang perempuan berinisial S (19), warga Manyaran, pada Senin malam (18/5/2026).


Korban mengalami pelecehan seksual saat melintas di Jalan Manyaran-Watukelir, tepatnya di sekitar kawasan SPPG Manyaran.


“Sekitar pukul 24.00 WIB kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terduga pelaku,” ujar Iptu Agung saat memberikan keterangan di Mapolres Wonogiri, Rabu (20/5/2026).


Menurut polisi, pelaku melakukan aksinya dengan cara membuntuti korban yang melintas di jalan sepi pada malam hari.



Pelaku Membuntuti Korban Secara Acak


Dari hasil pemeriksaan sementara, MK disebut memilih korban secara acak. Pelaku akan mengikuti perempuan yang dianggap menarik sebelum menjalankan aksinya.


Saat korban menambah kecepatan kendaraan, pelaku ikut mempercepat laju motornya. Sebaliknya, ketika korban memperlambat kendaraan, pelaku juga melakukan hal serupa.


Setelah menemukan momen yang dianggap aman, pelaku kemudian melakukan tindakan pelecehan dengan menyentuh bagian sensitif korban.


“Pelaku membuntuti korban secara random sebelum akhirnya melakukan aksi pencabulan,” jelas Iptu Agung.


Polisi menyebut modus tersebut dilakukan pelaku di beberapa lokasi berbeda di wilayah Wonogiri.


Dari pengakuan awal kepada penyidik, pelaku mengaku melakukan aksi tersebut karena iseng dan mencari kepuasan pribadi.


Namun demikian, polisi masih mendalami motif sebenarnya, termasuk kemungkinan adanya gangguan perilaku atau faktor lain yang memicu tindakan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini