soloraya

Menelusuri Astana Giribangun, Mangadeg, dan Girilayu di Lereng Lawu, Tiga Jejak Sejarah Raja hingga Presiden RI di Karanganyar

KS1
Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB
Menelusuri Astana Giribangun, Mangadeg, dan Girilayu di Lereng Lawu, Tiga Jejak Sejarah Raja hingga Presiden RI di Karanganyar. (KlikSoloNews/dok)

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM - Kecamatan Matesih di lereng Gunung Lawu menyimpan kekayaan sejarah dan wisata religi yang hingga kini terus menarik perhatian peziarah maupun wisatawan budaya.

Dalam satu kawasan, terdapat tiga kompleks makam tokoh besar bangsa yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan sejarah Jawa dan Indonesia, yakni Astana Giribangun, Astana Mangadeg, dan Astana Girilayu.

Dilansir HarianKota, jejaring KlikSoloNews, ketiga lokasi tersebut bukan hanya menjadi tempat pemakaman keluarga bangsawan dan tokoh nasional, tetapi juga berkembang sebagai pusat wisata religi, sejarah, dan edukasi budaya Jawa.

Astana Girilayu, Jejak Mangkunegaran di Lereng Lawu

Perjalanan sejarah di kawasan Matesih biasanya dimulai dari Astana Girilayu. Kompleks makam yang berada di kawasan perbukitan berhawa sejuk ini menjadi tempat peristirahatan para pemimpin Puro Mangkunegaran.

Di lokasi ini dimakamkan sejumlah tokoh penting Mangkunegaran, mulai dari Mangkunegara IV hingga Mangkunegara IX.

Nuansa tradisional Jawa terasa kuat melalui arsitektur gapura, tata ruang, serta bangunan kompleks makam yang masih dipertahankan hingga kini.

Selain menjadi tujuan ziarah, Astana Girilayu juga menawarkan panorama khas lereng Gunung Lawu yang tenang dan menenangkan.

Astana Mangadeg dan Jejak Pangeran Sambernyawa

Tak jauh dari Girilayu, berdiri Astana Mangadeg yang berada di ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut.

Kompleks ini dikenal sebagai makam Raden Mas Said, pendiri Praja Mangkunegaran yang juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Raden Mas Said dikenal luas dengan julukan Pangeran Sambernyawa karena perjuangannya melawan kolonialisme Belanda.

Semangat perjuangannya tercermin dalam semboyan legendaris “Tiji Tibeh” yang bermakna kebersamaan dalam suka maupun duka.

Untuk mencapai area makam, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga di tengah perbukitan hijau. Meski cukup menguras tenaga, perjalanan menuju Astana Mangadeg menawarkan pengalaman spiritual sekaligus panorama alam yang memikat.

Kini, Astana Mangadeg menjadi salah satu destinasi wisata sejarah favorit di Karanganyar, terutama bagi wisatawan yang ingin mengenal perjuangan tokoh-tokoh besar Jawa.

Astana Giribangun dan Jejak Sejarah Modern Indonesia

Berada tepat di bawah Astana Mangadeg, Astana Giribangun menjadi salah satu destinasi wisata sejarah modern paling dikenal di Karanganyar.

Kompleks ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto bersama istrinya Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto.

Berbeda dengan dua kompleks sebelumnya yang identik dengan nuansa kerajaan Jawa klasik, Giribangun menghadirkan perpaduan arsitektur Joglo megah dengan tata kawasan yang lebih modern dan tertata.

Pada momen tertentu seperti hari besar nasional atau peringatan kelahiran Soeharto, kawasan ini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.

Banyak pengunjung datang untuk mengenang perjalanan sejarah Indonesia pada era Orde Baru sekaligus menikmati suasana pegunungan yang tenang.

Wisata Sejarah dan Religi di Lereng Gunung Lawu

Keberadaan Astana Girilayu, Mangadeg, dan Giribangun menjadikan Matesih sebagai salah satu pusat wisata religi dan sejarah penting di Jawa Tengah.

Dalam satu jalur perjalanan, wisatawan dapat menelusuri tiga era berbeda sekaligus, mulai dari perjuangan melawan kolonialisme, kejayaan budaya Mangkunegaran, hingga sejarah modern Indonesia.

Selain kaya nilai sejarah, kawasan ini juga menawarkan keindahan alam lereng Gunung Lawu dengan udara pegunungan yang sejuk dan suasana yang menenangkan.

Tak heran jika Matesih kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya yang cocok untuk perjalanan edukasi, refleksi spiritual, maupun wisata keluarga.(KS01)

Tags

Terkini