KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM - Kabupaten Karanganyar terus mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menunjukkan perkembangan signifikan.
Hingga saat ini, sebanyak 89 Satuan Pelayanan Badan Gizi Pelaksana (SPBGP) telah beroperasi dari total 134 unit yang direncanakan.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar memastikan pelaksanaan program MBG tetap berjalan sesuai rencana (on track) dengan memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Badan Gizi Nasional.
Satgas percepatan MBG juga diperkuat untuk memperlancar komunikasi dan penanganan kendala di lapangan.
Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menegaskan setiap kendala dalam pelaksanaan program dapat langsung dilaporkan untuk segera ditindaklanjuti.
“Kalau ada kendala atau hal yang tidak berjalan baik, bisa langsung dilaporkan. Kami akan tindak lanjuti, termasuk memberi sanksi jika diperlukan,” ujarnya dilansir HarianKota, jejaring KlikSoloNews.
Selain perluasan layanan, pemerintah daerah juga menekankan evaluasi kualitas menu makanan, terutama untuk kelompok B3 (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui).
Penyesuaian menu berbasis kebutuhan gizi menjadi perhatian utama dengan melibatkan tenaga ahli gizi agar distribusi makanan lebih tepat sasaran.
Dorong Keterlibatan UMKM Lokal
Pemkab Karanganyar juga berupaya melibatkan pelaku UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan seperti telur, daging, dan komoditas lainnya.
Data kebutuhan pangan akan disinkronkan dengan potensi daerah melalui Dinas Pertanian, sehingga rantai pasok dapat lebih efektif dan memberdayakan ekonomi lokal.
Jika kebutuhan belum terpenuhi, barulah dilakukan pengadaan dari luar daerah sebagai langkah stabilisasi harga.
Meski berjalan progresif, sejumlah kendala teknis masih ditemukan, seperti keterlambatan distribusi makanan hingga laporan tidak tersedianya MBG di beberapa sekolah.
Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan apakah kendala tersebut bersifat teknis atau administratif.
Meski sempat ditemukan kasus keracunan pada tahap awal, pemerintah memastikan kondisi tersebut sudah tidak terjadi lagi.
Dengan berbagai perbaikan yang dilakukan, Pemkab Karanganyar optimistis program MBG akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi peningkatan gizi masyarakat.(KS01)