KLATEN, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kepolisian Republik Indonesia dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang kembali menghubungkan Desa Cucukan dengan Desa Kotesan.
Kepala Desa Cucukan, Heru Pramana, mengungkapkan bahwa ambruknya jembatan lama pada tahun 2021 lalu berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Selama beberapa tahun terakhir, warga terpaksa menempuh jalur alternatif yang lebih jauh, baik untuk mengakses lahan pertanian maupun bagi anak-anak yang berangkat sekolah.
“Atas nama Pemerintah Desa Cucukan dan seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih kepada Polri, khususnya Kapolres Klaten, atas dukungan yang diberikan dalam pembangunan jembatan ini. Sejak jembatan lama rusak, aktivitas warga benar-benar terganggu,” ujar Heru Pramana saat peresmian Jembatan Merah Putih Presisi, Rabu (14/1/2026).
Ia menilai keterlibatan Polri tidak hanya sebatas dukungan formal, tetapi juga diwujudkan melalui kehadiran langsung dalam proses pembangunan. Hal tersebut, menurutnya, menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat Desa Cucukan.
“Beberapa waktu lalu Bapak Kapolres Klaten rawuh langsung ke Desa Cucukan. Kehadiran beliau sangat membantu dan menjadi penyemangat bagi kami agar pembangunan jembatan ini bisa terwujud dengan lebih baik,” ungkapnya.
Heru berharap jembatan yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Desa Cucukan dan Desa Kotesan. Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang sektor pendidikan, pertanian, serta perekonomian warga.
“Jembatan ini menjadi akses utama anak-anak sekolah, termasuk siswa MI Almadina, serta jalur penting bagi warga yang bekerja di lahan pertanian di seberang sungai. Kami berharap manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Polres Klaten membangun Jembatan Barat Dukuh Matangan yang berada di Desa Cucukan dengan panjang 15 meter dan lebar 4 meter. Jembatan tersebut menggunakan konstruksi gelagar baja IWF dan plat beton bertulang, serta dirancang mampu menopang beban hingga 10 ton.
Jembatan ini menjadi akses vital yang menghubungkan dua desa dan melayani mobilitas warga dari 11 dusun dengan total sekitar 890 kepala keluarga. Selain itu, keberadaan jembatan juga menunjang kegiatan pendidikan, pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan yang telah rampung tersebut kemudian diresmikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai bagian dari program Jembatan Merah Putih Presisi, menandai kembali terbukanya akses utama warga yang sempat terputus selama bertahun-tahun. (KS2)