SUKOHARJO, KLIKSOLONEWS.COM — Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kampanye sosial bertajuk “Kawan Netra” sebagai upaya mendorong kesadaran inklusivitas terhadap penyandang disabilitas tunanetra.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 14 Desember 2025, di area Car Free Day (CFD) Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kampanye ini bertujuan menumbuhkan empati, pemahaman, serta sikap kesetaraan masyarakat terhadap penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.
Ketua Tim Kawan Netra, Fita Azzahra Ulya, menjelaskan bahwa kegiatan ini hadir untuk mengedukasi publik sekaligus mematahkan stigma negatif yang masih kerap melekat pada penyandang disabilitas.
“Melalui kampanye Kawan Netra, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat, dari sekadar rasa kasihan menjadi sikap menghargai kemandirian, produktivitas, dan potensi yang dimiliki oleh penyandang disabilitas tunanetra,” ujarnya.
Kampanye ini mengusung tagline “Dengarkan, Rasakan, Setara”, yang merepresentasikan pesan bahwa setiap individu memiliki kedudukan yang sama, tanpa memandang keterbatasan fisik yang dimiliki.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Ilkom UMS menggandeng Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Sukoharjo.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk memberikan pemahaman langsung dan praktis kepada masyarakat, terutama terkait etika berinteraksi, cara berkomunikasi, hingga bentuk bantuan yang tepat bagi penyandang tunanetra di ruang publik.
Kegiatan kampanye Kawan Netra dikemas dalam dua sesi utama. Sesi pertama berupa sharing edukatif seputar disabilitas tunanetra, mulai dari jenis-jenis tunanetra hingga cara berkomunikasi yang tepat.
Materi disampaikan Eko Heru Prihatin, anggota ITMI Sukoharjo sekaligus penyandang disabilitas tunanetra.
Eko mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu membuka wawasan masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat memberikan bantuan secara tepat tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penyandang disabilitas.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah mengadakan kampanye ini. Masyarakat jadi lebih memahami kondisi kami, sehingga empati yang tumbuh bisa diwujudkan dalam tindakan yang tepat saat bertemu tunanetra di ruang publik,” ungkap Eko.
Dalam sesi tersebut, Eko juga menjelaskan tunanetra terbagi menjadi dua kategori, yakni tunanetra total dan tunanetra tidak total (low vision).
Ia menekankan kondisi tunanetra tidak hanya disebabkan oleh faktor bawaan sejak lahir, tetapi juga dapat terjadi akibat penyakit, kecelakaan, hingga faktor kesehatan lainnya.
“Saya sendiri mengalami gangguan penglihatan karena faktor kesehatan. Saat kecil pernah mengalami demam tinggi yang berdampak pada penglihatan saya,” jelasnya.
Sesi kedua kampanye diisi dengan kegiatan praktik membaca Al-Qur’an menggunakan Al-Qur’an Braille. Pengunjung CFD Kartasura diajak mencoba secara langsung membaca huruf hijaiyah Braille dengan bimbingan Eko Heru Prihatin, mulai dari pengenalan huruf hingga teknik membaca menggunakan indera peraba.
Salah satu pengunjung CFD, Noval, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut pengalaman membaca Al-Qur’an Braille menjadi hal baru yang membuka wawasannya.
“Ini pertama kali saya belajar mengaji menggunakan Al-Qur’an Braille. Ternyata cukup sulit karena polanya berbeda, tapi justru membuat saya tertarik untuk mempelajarinya lebih jauh,” ujarnya.
Melalui kampanye Kawan Netra, mahasiswa Ilkom UMS berharap kesadaran masyarakat terhadap penyandang disabilitas tunanetra semakin meningkat.
Mereka juga berharap kegiatan ini dapat mendorong terciptanya ruang publik yang lebih ramah, inklusif, dan setara bagi semua lapisan masyarakat.(KS01)