soloraya

SOP Pengelolaan Sampah di Karanganyar, Pemulung Dibatasi di Wilayah Bank Sampah Aktif

KS1
Senin, 15 Desember 2025 | 13:00 WIB
SOP Pengelolaan Sampah di Karanganyar, Pemulung Dibatasi di Wilayah Bank Sampah Aktif. (KlikSoloNews/dok ai)

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM - Upaya pengurangan sampah dari sumbernya terus diperkuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar.

Langkah ini ditempuh untuk menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mengurangi biaya besar pengelolaan sampah di hilir.

Kepala DLH Karanganyar, Sunarno, menyampaikan Bupati Karanganyar menaruh perhatian serius pada penanganan sampah berbasis rumah tangga.

Menurutnya, jika pengelolaan hanya bertumpu pada TPA, anggaran daerah berisiko terkuras tanpa solusi berkelanjutan.

"DLH mendorong partisipasi masyarakat melalui gerakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Program ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari kelompok PKK, pengurus RT, hingga penggerak dan aktivis bank sampah di tingkat desa dan kelurahan," urai Sunarno dilansir HarianKota, jejaring KlikSoloNews.

Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos atau media tanam, sementara sampah anorganik disalurkan ke bank sampah agar memiliki nilai ekonomi dan dapat menambah pendapatan warga.

Penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber telah berjalan di Mandranasi, yang ditetapkan sebagai kawasan percontohan kampung mandiri sampah. Di wilayah ini, setiap rumah tangga telah menerapkan sistem pemilahan sampah secara konsisten.

DLH Karanganyar berencana memperluas konsep serupa ke Tegalasri pada awal tahun mendatang sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

SOP Baru Atur Peran Bank Sampah dan Pemulung

Untuk mendukung efektivitas program, DLH saat ini tengah merampungkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sampah. SOP tersebut mengatur alur pemilahan, pengumpulan, hingga peran pemulung di setiap wilayah.

Dalam aturan baru itu, pemulung tidak diperkenankan masuk ke wilayah yang bank sampahnya telah aktif beroperasi. Tujuannya agar sampah bernilai ekonomis dapat dikelola bank sampah dan memberikan manfaat langsung bagi warga setempat.

Sebaliknya, di wilayah yang belum memiliki bank sampah, pemulung tetap diperbolehkan beraktivitas. Kehadiran mereka dinilai membantu mengurangi timbunan sampah anorganik sebelum masuk ke TPS maupun TPA.

Selain penguatan regulasi, DLH Karanganyar juga menerima armada operasional baru untuk menunjang kegiatan lapangan. Selama ini, sebagian kendaraan dinilai sudah tidak layak dan sering mengalami kendala teknis.

Armada baru tersebut meliputi tiga unit mobil operasional, satu mobil laboratorium keliling, satu dump truck untuk kondisi darurat, dan empat sepeda motor bagi petugas pemungut retribusi.

Sunarno menjelaskan bahwa keberadaan laboratorium keliling akan mempercepat pengawasan lingkungan karena pemeriksaan kualitas air limbah dan tanah dapat dilakukan langsung di lokasi.

DLH Karanganyar memastikan fasilitas laboratoriumnya telah memenuhi standar nasional, sehingga hasil uji yang diperoleh dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan lingkungan.

Dengan kombinasi pengelolaan sampah dari hulu, penguatan regulasi, serta dukungan sarana operasional, DLH optimistis program pengurangan sampah akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(KS01)

Tags

Terkini