soloraya

Karanganyar Berhasil Turunkan Volume Sampah Hingga 50 Ton per Hari, Program Pengolahan Mandiri Mulai Buahkan Hasil

KS1
Kamis, 4 Desember 2025 | 12:00 WIB
Karanganyar Berhasil Turunkan Volume Sampah Hingga 50 Ton per Hari, Program Pengolahan Mandiri Mulai Buahkan Hasil (Kliksolonews/dok. Hariankota)








KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar mencatat capaian signifikan dalam pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari. Setelah memperluas program pengolahan sampah sejak dari sumbernya, aliran limbah harian kini berhasil ditekan secara konsisten.


Dilansir dari Hariankota.com Jejaring Kliksolonews, Bupati Karanganyar Rober Christanto menyampaikan bahwa sejumlah wilayah menunjukkan perubahan yang paling menonjol, terutama Kecamatan Tawangmangu, kawasan pondok pesantren, hingga pasar-pasar tradisional. Pola pengelolaan mandiri yang diterapkan di daerah-daerah tersebut berdampak langsung pada berkurangnya sampah masuk ke TPA.


Menurut Rober, jika model pengolahan mandiri diperluas ke wilayah lain, beban pembuangan harian bisa turun hingga sekitar 100 ton.


Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar memperlihatkan tren penurunan yang jelas. Pada 2023, volume sampah yang masuk ke TPA Sukosari mencapai rata-rata 150 ton per hari. Jumlah itu turun menjadi 100 ton per hari pada Agustus 2025.


Kepala DLH Karanganyar, Sunarno, menjelaskan bahwa penurunan tersebut berasal dari desa-desa, sekolah, pasar, dan kecamatan yang telah menjalankan sistem pengolahan mandiri. Ia juga menegaskan bahwa pengawasan mulai diperketat untuk memastikan pelaku usaha, termasuk pedagang kaki lima, menjalankan kewajiban pengelolaan limbah sesuai aturan.


Selain pengelolaan sejak sumbernya, Pemkab Karanganyar kini merampungkan persiapan akhir pengoperasian pabrik Refuse Derived Fuel (RDF) yang dijadwalkan beroperasi pada Februari mendatang. Fasilitas ini dirancang mampu mengolah 50 ton sampah nonorganik per hari menjadi bahan bakar alternatif, serta 25 ton sampah organik per hari menjadi kompos.


“Dengan kapasitas itu, masih ada sekitar 25 ton sampah harian yang harus ditangani melalui bank sampah dan pengelolaan berbasis lingkungan,” ujar Sunarno.


Pemkab juga baru merampungkan penutupan zona pasif TPA Sukosari seluas 10.000 meter persegi pada 1 Desember 2025. Di area tersebut, telah dipasang 15 pipa penangkap gas metana—sembilan di zona pasif dan enam di zona aktif. Ke depan, zona pasif akan dikembangkan menjadi kawasan edukasi lingkungan yang mencakup taman, budidaya maggot, kolam lele, serta lahan pertanian untuk jagung dan kacang-kacangan. Pemkab juga membuka peluang kerja sama dengan PLN Power untuk pemanfaatan gas metana sebagai energi rumah tangga.


Untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan, Pemkab Karanganyar mengalokasikan anggaran sekitar Rp27 miliar pada 2025. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Karanganyar serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik RDF, pabrik kompos, hanggar alat berat, IPAL, dan sistem penangkap gas metana. (KS1)













Tags

Terkini