soloraya

Viral Evakuasi “Nyai” di Umbul Gedaren Klaten, Renovasi Buka Temuan Batuan Candi Kuno

KS1
Rabu, 19 November 2025 | 11:00 WIB
Viral Evakuasi “Nyai” di Umbul Gedaren Klaten, Renovasi Buka Temuan Batuan Candi Kuno. (KlikSoloNews/dok)

KLATEN, KLIKSOLONEWS.COM - Jagat maya tengah dihebohkan oleh video viral bertajuk “Evakuasi Nyai di Umbul Gedaren Jatinom Klaten” yang diunggah akun TikTok @yuda.arifin1.

Dalam video tersebut terlihat proses pengangkatan sebuah batu besar yang oleh warga disebut “Nyai” dari dasar Umbul Gedaren.

Momen ini bersamaan dengan proyek renovasi besar-besaran yang dilakukan di kawasan pemandian bersejarah itu.

Umbul Gedaren, yang berada di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten, telah menjalani renovasi selama hampir satu bulan. Area kolam kini tampak jauh lebih luas setelah lahan bekas tempat parkir dikeruk menggunakan alat berat hingga mendekati jalan desa.

Kepala Desa Gedaren, Udin Diantara, menjelaskan bahwa perbaikan ini dilakukan untuk menampung lebih banyak pengunjung.

“Umbul Gedaren banyak dipakai warga sekitar maupun luar daerah. Selain untuk mandi, pemandian ini juga biasa digunakan mencuci karpet atau tikar. Dengan pengunjung ramai, pedagang tentu ikut merasakan manfaatnya,” kata Udin, Jumat (14/11/2025).

Renovasi juga bertujuan meningkatkan tampungan air agar aliran irigasi ke wilayah hilir tetap terjaga. Nantinya, akses masuk Umbul Gedaren akan dipusatkan melalui satu pintu di area kantor desa dan dilengkapi kamera CCTV.

Uniknya, pemasangan CCTV hingga penataan akses baru menggunakan dana pribadi sang kepala desa.

Di tengah pengerjaan perluasan kolam, pekerja dikejutkan oleh penemuan batuan candi kuno di dasar umbul. Batu-batu tersebut ditemukan tertanam lama, sebagian bahkan menyatu dengan akar pohon besar.

Sejarawan Klaten, Hari Wahyudi, menduga batuan itu merupakan bagian dari candi patirtan era Hindu–Buddha atau Mataram Kuno.

“Dugaan saya, dulu ada bangunan candi patirtan dari abad IX–X Masehi. Ada Prasasti Mao tahun 826 M yang lokasinya tidak jauh dari sini,” jelasnya.

Hari menyarankan agar batu-batu yang telah diangkat dikumpulkan dalam satu titik untuk perawatan. Sementara batu yang masih melekat dengan akar pohon sebaiknya dibiarkan sebagai penanda sejarah.

Batu Besar yang Tak Tergeser dan Disebut “Nyai”

Salah satu temuan yang paling menyita perhatian adalah sebuah batu berukuran besar yang berada di tengah umbul. Meski sudah dicoba dipindahkan dengan alat berat, batu tersebut tidak juga bergerak. Warga meyakini batu itu merupakan situs pertapaan leluhur setempat, Eyang Jegang Joyo.

Batu inilah yang dalam video viral disebut sebagai “Nyai”. Proses penataan ulang area umbul yang menunjukkan evakuasi batu tersebut membuat video semakin ramai dibicarakan warganet.

Tak hanya batuan candi, renovasi Umbul Gedaren juga berdampak pada pemindahan petilasan Raja Keraton Surakarta, Paku Buwono X. Petilasan tersebut akan ditata ulang dan ditempatkan berdekatan dengan temuan batuan candi agar lebih tertata dan mudah diakses pengunjung.

Video evakuasi “Nyai” tersebut memicu diskusi hangat di jagat media sosial. Sebagian netizen merasa kagum dengan temuan batuan candi yang menambah nilai sejarah Umbul Gedaren, sementara lainnya bertanya-tanya apakah renovasi ini akan mengubah wajah asli situs bersejarah tersebut.

Yang pasti, proyek renovasi Umbul Gedaren menjadi salah satu pembangunan desa yang paling ramai diperbincangkan dalam beberapa pekan terakhir.

Tags

Terkini