SUKOHARJO, KLIKSOLONEWS.COM – Ratusan generasi muda di Sukoharjo mendapatkan suntikan motivasi dan inspirasi kesuksesan dari sejumlah tokoh muda dalam acara Inspirasi Sukses dari Local Hero.
Kegiatan ini digelar oleh Kejaksaan Negeri Sukoharjo bersama Solusi Indonesia di Auditorium Menara Wijaya, Sukoharjo, Jumat 26 September 2025.
Sebanyak 200 Gen Z hadir mendengarkan pengalaman berharga dari para pembicara, yakni Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah Zulkifli Gayo, Founder Dua Naga Corporation Luki Adhi Sulaksono, dan anggota DPRD Sukoharjo Machmud Lutfi Huzain.
Dalam pemaparannya, Zulkifli Gayo menegaskan potensi besar Gen Z di Jawa Tengah yang mencapai 9,2 juta jiwa. Menurutnya, anak muda harus tahan banting, adaptif, dan mampu melakukan banyak hal sekaligus.
Ia mencontohkan pengalamannya saat kuliah S3 Ekonomi di Unissula Semarang pada 2023, sambil membuka delapan warung burjo. Meski sibuk berbisnis, ia berhasil menyelesaikan program doktor di usia 30 tahun.
“Kalau mau jadi akademisi, IP harus sempurna. Kalau mau jadi pebisnis, jangan bergantung pada kiriman orang tua. Dan kalau mau jadi politisi, harus punya jejaring yang kuat,” ujar Zulkifli.
Luki Adhi: Dari Penjual Sabun Herbal hingga Punya 21 Perusahaan
Sementara itu, Luki Adhi Sulaksono menceritakan perjalanan panjangnya sebelum memiliki 21 perusahaan di bawah bendera Dua Naga Corporation.
Ia pernah keliling menjual sabun herbal dari rumah ke rumah dan bahkan bekerja selama tujuh bulan hanya dengan imbalan makan, tanpa gaji.
Perubahan besar terjadi pada 2015, ketika produknya dibeli dalam jumlah besar oleh seorang pengusaha dari Jawa Timur sekaligus diberi tambahan modal. Dari situlah ia mulai membangun bisnis besar.
“Kuncinya ada lima: niat, doa ibu, keyakinan, usaha maksimal, dan kesabaran,” tegasnya.
Machmud Lutfi Huzain berbagi cerita saat mengikuti Diplomat Success Challenge (DSC) 2013, kompetisi wirausaha nasional yang melahirkan banyak pengusaha sukses.
Berkat kemenangan itu, ia mendirikan sejumlah perusahaan di bidang bioteknologi, pertanian, hingga energi.
Pria berusia 35 tahun itu juga menekuni politik dengan menjadi anggota DPRD Sukoharjo. Ia menegaskan gajinya sepenuhnya disalurkan untuk anak yatim, panti asuhan, dan masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau mau sukses, harus berani naik level. Punya mentor itu penting, supaya saat kita jatuh, yang kita dapat bukan sekadar curhat, tapi solusi,” jelasnya.
Acara ini menjadi bagian dari diskusi publik bertema 'Korupsi Problematik Bangsa, Bagaimana Solusinya?' bersama Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi, serta Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Titin Herawati Utara.
Selain memberikan pemahaman tentang pemberantasan korupsi, acara ini juga membekali generasi muda dengan motivasi, mental tangguh, dan strategi untuk meraih kesuksesan di bidang masing-masing.(ks01)