SRAGEN, KLIKSOLONEWS.COM – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bedoro, Kecamatan Sambung Macan, Kabupaten Sragen, memilih untuk tidak membuka lini usaha simpan pinjam meski banyak koperasi umumnya bergerak di sektor tersebut.
Ketua KDMP Bedoro, Misdiyono, menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menghindari risiko kerugian tinggi. Pasalnya, koperasi yang baru berdiri pada Juli 2025 itu masih dalam tahap awal pengelolaan.
“Untuk sementara ini kami tidak memberikan pinjaman uang karena kebanyakan masyarakat kalau pinjam pengembaliannya sulit. Jadi lebih baik fokus dulu pada kebutuhan nyata para petani,” ujarnya, Jumat 26 September 2025.
KDMP Bedoro lahir setelah mengakuisisi Koperasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat. Tak heran, pangsa pasar utamanya adalah petani. Saat ini tercatat ada sekitar 584 petani di Desa Bedoro yang menjadi basis anggota sekaligus konsumen utama.
Kebutuhan pupuk, baik subsidi maupun nonsubsidi, menjadi sektor utama yang dilayani. Dari lini usaha pupuk saja, koperasi mampu meraup laba sekitar Rp 13 juta dalam satu musim panen, atau setara Rp 3–4 juta per bulan.
Selain pupuk, KDMP juga menyediakan kebutuhan pokok harian (sembako). Walau margin keuntungannya belum signifikan, usaha ini dipandang penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para petani anggota koperasi.
Tidak berhenti pada dua lini usaha tersebut, KDMP Bedoro juga berencana memperluas bisnis dengan menjadi pangkalan resmi gas elpiji 3 kg.
“Sudah ada kesepakatan kerja sama. Kami diminta membayar DP, dan kemungkinan mulai Oktober sudah bisa berjualan elpiji 3 kg,” jelas Misdiyono.
Langkah KDMP Bedoro menolak lini usaha simpan pinjam menunjukkan strategi bisnis yang hati-hati. Dengan fokus pada sektor yang paling dibutuhkan petani, koperasi ini berharap bisa bertumbuh secara stabil tanpa terbebani risiko kredit macet.
“Yang penting visi ke depan jelas, tidak terburu-buru, dan bisa bermanfaat bagi petani,” tambah Misdiyono.
Dengan strategi tersebut, KDMP Bedoro berupaya menjadikan diri bukan hanya sebagai wadah ekonomi desa, tetapi juga mitra terpercaya bagi petani dalam memenuhi kebutuhan pokok, sarana produksi pertanian, hingga energi rumah tangga.(kS01)