KLATEN, KLIKSOLONEWS.COM - Limbah padat dari industri olahan aren, yang selama ini dianggap sebagai persoalan lingkungan, kini disulap menjadi sumber daya produktif oleh warga Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.
Inisiatif ini lahir dari kerja sama antara warga desa dan tim dosen serta mahasiswa dari Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS), kelompok riset bertajuk Sumber Daya Alam dan Lingkungan Berkelanjutan memberikan pelatihan dan pendampingan langsung kepada warga desa dalam mengolah limbah onggok aren menjadi pupuk kompos organik.
Ketua tim pengabdian, Dr Ir Margono, menjelaskan onggok aren adalah merupakan sisa padat dari proses produksi pati yang biasanya dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan. Padahal, limbah ini menyimpan potensi besar jika diolah secara tepat.
“Onggok aren bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, media tanam jamur, bahkan briket dan karbon aktif. Dalam kegiatan ini, kami fokus pada pelatihan pembuatan pupuk kompos karena manfaat langsungnya terasa untuk pertanian lokal,” ungkap Dr. Margono.
Pupuk kompos dari onggok aren dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Dengan pendekatan ramah lingkungan ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian alam.
Program ini dimulai sejak awal Mei 2025, diawali dengan sosialisasi dan koordinasi bersama perangkat desa, termasuk Kepala Desa Daleman, Mursito, dan perwakilan PKK setempat.
Pelatihan intensif kemudian digelar pada 10 Mei, di mana warga dikenalkan pada teknik pengomposan menggunakan komposter, aktivator mikroorganisme (EM4), dan molase sebagai sumber energi mikroba.
Setelah pelatihan, tim UNS terus melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk kunjungan lapangan pada 8 Juni untuk memastikan metode yang diajarkan diterapkan dengan baik.
Program ini juga melibatkan mahasiswa Teknik Kimia yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK), terutama dalam kegiatan penanaman bibit pohon bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) pada 29 Juni 2025.
Lebih dari sekadar program pengolahan limbah, inisiatif ini membawa semangat pemberdayaan dan kemandirian. Masyarakat Desa Daleman tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tapi juga peluang ekonomi dan solusi konkret dalam menjaga lingkungan.
“Kami berharap program ini tidak berhenti di pelatihan. Target ke depan adalah menjadikan Desa Daleman sebagai desa mandiri dalam pengelolaan limbah, bahkan mampu memproduksi kompos dalam skala komunal,” tutup Dr. Margono.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan warga lokal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis ilmu pengetahuan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.(KS01)