soloraya

Perhutani KPH Surakarta Perketat Mitigasi Bahaya Pohon Tumbang di Kawasan Wisata

KS1
Selasa, 15 April 2025 | 13:00 WIB
Perhutani KPH Surakarta Perketat Mitigasi Bahaya Pohon Tumbang di Kawasan Wisata. (KlikSoloNews/dok HarianKota)

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM - Menanggapi insiden tragis akibat tumbangnya pohon di kawasan wisata Sekipan, Tawangmangu, pihak Perum Perhutani KPH Surakarta kini memperkuat langkah pencegahan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Kepala Administrasi KPH Surakarta, Ronny Merdyanto, menegaskan bahwa pihaknya telah memulai proses identifikasi terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan, terutama di area wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Ini adalah langkah awal dari upaya mitigasi kami. Inventarisasi pohon rawan tumbang dilakukan secara menyeluruh, dan kami melibatkan berbagai unsur seperti BPBD, Forkompimca, serta organisasi masyarakat,” ujar Ronny dilansir HarianKota, jejaring KlikSoloNews.

Tindakan konkret dilakukan di beberapa lokasi wisata utama, seperti Bukit Mongkrang dan Lawu Park. Di tempat-tempat tersebut, sejumlah pohon telah ditebang setelah melalui proses evaluasi dan persetujuan bersama antarinstansi.

“Pohon yang sudah dianggap berisiko langsung kami pangkas atau tebang. Tapi, karena lokasi berada di kawasan hutan lindung, kayu hasil tebangan tidak boleh dibawa keluar atau dijual. Aturan ini sangat ketat,” tambahnya.

Ronny juga menyinggung soal kronologi insiden di Sekipan, yang menurut analisis internal sulit diprediksi. Pohon yang tumbang terlihat sehat dari luar, bahkan bagian bawahnya masih berdiri tegak, sementara batang bagian atas ternyata sudah rapuh.

“Secara visual, pohonnya tidak menunjukkan tanda-tanda miring atau rusak. Kami menduga ada pelapukan di bagian atas yang tak terlihat secara kasat mata,” jelasnya.

Di sisi lain, pihak Perhutani turut membantu korban dengan mempercepat proses klaim asuransi. Ronny menjelaskan bahwa pengelola wisata telah memberikan santunan awal dan tengah memproses klaim dari pihak asuransi "Amanah Kita Bisa" sebesar Rp12,5 juta.

“Kami mendampingi pengelola untuk memastikan proses klaim berjalan lancar. Semua pengunjung kawasan wisata memang telah terlindungi asuransi jiwa dan kecelakaan,” katanya.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para wisatawan sekaligus menjaga kelestarian hutan dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku.(ks01)

Tags

Terkini