soloraya

KKN 33 UNS Periode Januari-Februari 2025 Ciptakan Es Krim Singkong: Inovasi Pangan Bernilai Jual

Selasa, 18 Februari 2025 | 16:05 WIB

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Kelompok Kuliah Kerja Nyata 33 Universitas Sebelas Maret (UNS) periode Januari-Februari 2025 mengadakan pelatihan pembuatan es krim berbahan dasar singkong bersama kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sepanjang, Senin (17/2/2025).

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya inovatif untuk memaksimalkan manfaat hasil panen singkong yang melimpah serta menciptakan produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan nilai jualnya.

Pembuatan es krim dengan bahan dasar singkong ini membutuhkan kecermatan dari proses mengukus sampai sebelum adonan dimasukkan ke dalam freezer. Mulanya, singkong yang telah dicuci bersih dikukus sampai tekstur mulai melunak.

Setelah melunak, singkong ditumbuk dan kemudian dihaluskan menggunakan blender bersamaan dengan garam, gula, susu kental manis, dan cocoa powder sebagai penikmat rasa.

Jika dirasa telah halus dan tercampur rata, adonan dimasak di api kecil sampai mendidih dan tambahkan tepung maizena yang telah dicairkan.

Setelah tahap ini selesai, adonan ditunggu sampai dingin lalu dimixer selama 30 menit dengan ditambahkan ovalet sebagai pengembang adonan. Langkah terakhir, adonan siap untuk dimasukkan ke dalam freezer.

Proses pembuatan es krim berbahan dasar singkong ini terbilang cukup mudah sehingga semua kalangan dapat mencoba membuatnya.

Didukung dengan hasil panen singkong di Desa Sepanjang yang cukup melimpah, tentu upaya ini dapat menjadi potensi untuk meningkatkan sumber pendapatan desa sekaligus memperkenalkan Desa Sepanjang sebagai pelopor pengolahan singkong yang kreatif dan berdaya saing.

Ibu Ana, salah satu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sepanjang mengungkapkan bahwa inovasi ini bisa menjadi peluang untuk mengurangi angka pengangguran.

“Saya sangat cocok dengan adanya ide inovasi pembuatan es krim dari singkong, karena ide tersebut belum pernah ada disini. Selain untuk menggerakkan kreativitas masyarakat, hal tersebut kedepannya mungkin bisa mengurangi pengangguran dan menambah pendapatan dalam rumah tangga,” paparnya.

Kegiatan ini sesuai dengan implementasi Sustainability Development Goals (SDGs) poin nomor 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Dengan memperkenalkan inovasi baru seperti es krim berbahan dasar singkong, diharapkan program ini dapat mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kemudian dapat memberikan peluang bagi masyarakat desa ini untuk berwirausaha.

Penggunaan bahan lokal berupa singkong sebagai bahan baku pun tidak hanya mendukung petani lokal, tetapi juga memperkuat ekonomi desa secara keseluruhan.

Wahyu Rizal Hanafi selaku Ketua Kelompok KKN 33 Universitas Sebelas Maret (UNS) menyatakan harapannya agar masyarakat Desa Sepanjang dapat memanfaatkan potensi sumber daya lokal khususnya singkong secara maksimal.

"Melalui kegiatan sosialisasi pelatihan pembuatan es krim berbahan dasar singkong ini, kami berharap masyarakat dapat lebih memanfaatkan potensi yang ada sehingga hasil panen singkong yang melimpah ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terlebih apabila pemasaran dari olahan produk tersebut dapat meluas ke wilayah lainnya," ungkapnya. (KS-01)

 

Tags

Terkini