KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar menggelar kegiatan Gropyokan Tikus, Jumat 10 Januari 2025.
Gropyokan tikus Gerakan Pengendalian (Gardal) hama tikus berlangsung di area persawahan Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini melibatkan jajaran anggota TNI serta kelompok tani Ngudi Mulyo 4 Popongan.
Dalam pelaksanaan gardal ini, dua tim dikerahkan untuk membasmi hama tikus yang menyerang lahan persawahan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Feriana Dwi Kurniawati, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut atas keluhan para petani yang mulai merasakan dampak signifikan dari serangan hama tikus.
“Kami melaksanakan gropyokan tikus bersama TNI dan petani dari kelompok tani Ngudi Mulyo 4. Alhamdulillah, dalam kegiatan ini sudah berhasil menangkap tikus,” ujar Feriana kepada wartawan.
Feriana menjelaskan pembasmian dilakukan dengan dua metode utama, yaitu: penggunaan alat emposan. Alat ini menyasar sarang tikus aktif dengan cara menyemprotkan gas berbasis belerang yang mematikan tikus di dalam lubang.
Selanjutnya dengan metode umpan sidarat, yakni umpan ini efektif membunuh tikus secara perlahan.
“Metode emposan sangat efektif karena menyasar langsung ke sarang tikus aktif. Selain itu, metode umpan juga membantu petani untuk mengurangi populasi hama secara bertahap,” tambahnya.
Selain kedua metode tersebut, Dispertan PP Karanganyar sebelumnya telah mengembangkan solusi berbasis ekosistem alami, yakni pemasangan rumah burung hantu (rubuha) sebagai tempat tinggal musuh alami tikus.
Sebanyak 60 rubuha telah dipasang di berbagai kecamatan untuk membantu mengendalikan populasi tikus.
Feriana mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, dampak serangan hama tikus di Kabupaten Karanganyar masih tergolong rendah. Dari total 20.000 hektare lahan sawah di Karanganyar, baru sekitar 10 hektare yang terdampak.
“Gerakan pengendalian ini bertujuan untuk mencegah meluasnya serangan hama tikus seperti yang terjadi di kabupaten lain,” jelasnya.
Namun, Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo 4, Supanggih, mengungkapkan kondisi di Kelurahan Popongan cukup memprihatinkan. Dari total 213 hektare lahan sawah di Popongan, sekitar 70 persen telah terdampak serangan hama tikus.
“Serangan tikus di Popongan sudah mencapai 60-70 persen. Kami berharap gerakan ini dapat mengurangi populasi tikus dan menyelamatkan hasil panen,” katanya.
Danramil 01 Karanganyar, Kapten Arh Heru Nugroho, menyampaikan pihaknya menerjunkan satu pleton (30 personel) untuk membantu dalam pembasmian hama tikus. Para personel TNI bekerja sama dengan petani untuk menyasar lubang sarang tikus.
“Arahan dari pimpinan TNI adalah mendukung swasembada pangan nasional. Kami bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk membantu petani, termasuk dalam pembasmian hama tikus,” ujar Kapten Heru.
Gerakan ini sejalan dengan program nawacita Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan permasalahan hama tikus di Karanganyar dapat teratasi sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga. (kS05)