soloraya

Tingkatkan Pembelajaran Sains, Kelompok KKN 38 UNS Memperkenalkan Media Pembelajaran Herbarium di SD Negeri 3 Kismoyoso Boyolali

KS1
Rabu, 21 Agustus 2024 | 20:46 WIB
Tingkatkan Pembelajaran Sains, Kelompok KKN 38 UNS Memperkenalkan Media Pembelajaran Herbarium di SD Negeri 3 Kismoyoso Boyolali. (KlikSoloNews/dok Tim KKN UNS)

BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM - Kelompok Kuliah Kerja Nyata 38 Universitas Sebelas Maret (UNS) yang mengabdi di Desa Kismoyoso, Boyolali telah melaksanakan program kerja utama yakni inovasi media pembelajaran sains di SD Negeri 3 Kismoyoso. Media pembelajaran tersebut berupa herbarium.

Herbarium adalah sampel atau spesimen bagian tumbuhan seperti daun, bunga, akar, atau tubuh utuh tanaman, yang diawetkan ke dalam suatu wadah transparan untuk pembelajaran atau penelitian.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Agustus 2024 di SD Negeri 3 Kismoyoso. Kelompok 38 UNS ini diketuai oleh Kiranda Dinata (21) dan beranggotakan Nanda Putri Andrian (21), Rafikha Tuzz Zahro (21), Arlin Devia Ningrum (21), Shalli Dyangrosa Permatanurani Balqis (21), Devi Wulandari (21), Alifia Fitriana (21), Maulida Salsa Fi Armadina (21), Muhammad Dafa Kurniawan (21), Intan Dhewayani Kusumaningtyas (21). Tim ini dibimbing Dr. Sri Budiawanti, S.Si., M.Si. (47) dari FKIP UNS.

Pelaksanaan kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Kepala Sekolah SDN 3 Kismoyoso, Boyolali, yaitu Asmi Widyaningsih, dan guru mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) atau wali kelas 4, Winarsih, dengan materi bagian tumbuhan dan juga fungsinya khususnya.

Sehingga target dalam pembuatan media pembelajaran herbarium yaitu siswa kelas 4 di SDN Negeri 3 Kismoyoso.

Kegiatan tersebut diadakan bertujuan untuk memberikan inovasi baru pada siswa khususnya kelas 4 agar mudah dalam mempelajari bagian tumbuhan dan fungsinya secara detail selain itu media pembelajaran herbarium dapat digunakan secara berkelanjutan.

Inovasi tersebut juga berperan penting dalam media pembelajaran, khususnya bagi guru mata pelajaran IPAS agar dapat memanfaatkan media pembelajaran secara berkelanjutan.

Kegiatan ini diawali dengan pembuatan modul ajar untuk perencanaan pembelajaran IPAS materi bagian tumbuhan dan juga fungsinya yang telah dibuat oleh mahasiswa KKN 38 UNS.

Kemudian, memberikan penjelasan mengenai materi bagian tumbuhan dan juga fungsinya kemudian mengenai herbarium mulai dari pengertian herbarium, manfaat herbarium, jenis-jenis herbarium, serta cara pembuatan herbarium.

Lalu ditampilkan pula video pembelajaran yang berisi penjelasan singkat tentang herbarium, bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya. Video pembelajaran diberikan agar pembelajaran bervariasi dan siswa lebih memahami apa itu

herbarium. Setelah dilakukan pembelajaran dan pemberian materi mengenai herbarium, kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan herbarium.

Dalam praktik pembuatan herbarium terdapat dua jenis herbarium yang dipraktikkan yaitu herbarium basah dan herbarium kering.

Pertama yaitu pembuatan herbarium basah. Untuk pembuatan herbarium basah dilakukan oleh mahasiswa KKN 38 UNS yang disaksikan oleh para siswa.

Alat dan bahan yang digunakan pada pembuatan herbarium basah ini yaitu toples plastik, alkohol 70%, dan spesimen tanaman.

Untuk langkah pembuatan herbarium basah yaitu menyiapkan alat dan bahan, kemudian menuangkan alkohol 70% ke dalam toples sampai penuh, selanjutnya meletakkan spesimen tumbuhan yang sudah dibersihkan terlebih dahulu ke dalam wadah toples yang berisi alkohol 70%, kemudian tutup rapat dan ditulis tanggal pembuatannya.

Untuk herbarium basah ini harus dilakukan penggantian larutan alkohol secara berkala supaya spesimen tidak rusak dan tetap terjaga.

Setelah praktik pembuatan herbarium basah, kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan herbarium kering. Dalam praktik pembuatan herbarium kering ini dilakukan oleh siswa yang didampingi oleh mahasiswa KKN 38 UNS.

Sebelum praktik dimulai siswa dibagi dalam 2 kelompok terlebih dahulu yang mana dalam satu kelompok berisikan 4 orang.

Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan herbarium kering ini yaitu kertas HVS, botol spray, setrika, isolasi, alkohol 70%, dan spesimen tanaman. Untuk langkah pembuatan herbarium kering yaitu menyiapkan alat dan bahan, kemudian membersihkan spesimen terlebih dahulu lalu dikeringkan dengan tisu, setelah itu spesimen tumbuhan disemprot dengan alkohol 70% supaya terbebas dari bakteri.

Lalu meletakkan spesimen tumbuhan diatas kertas HVS dan ditutup lagi dengan kertas, selanjutnya spesimen disetrika untuk menghilangkan kadar air yang ada pada tumbuhan, apabila sudah kering spesimen tumbuhan dipindahkan ke kertas yang baru kemudian disusun sesuai kreativitas siswa.

Lalu siswa menyebutkan bagian tumbuhan dan fungsinya pada herbarium kering sesuai dengan materi yang sudah dipelajari. Dari pembuatan herbarium kering ini siswa dapat menyebutkan bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya pada herbarium kering yang telah dibuat.

Hal ini menandakan keberhasilan indikator yang ditentukan yaitu para siswa dapat memahami dan mampu menyebutkan bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya melalui media pembelajaran

herbarium.

Dalam praktik pembuatan herbarium, siswa terlihat antusias dan juga dapat mengikuti arahan dengan baik dari mahasiswa KKN 38 UNS dalam membuat herbarium sebagai media pembelajaran. Kegiatan diakhiri dengan pengambilan dokumentasi bersama.

Kegiatan pembelajaran IPAS melalui herbarium ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sekolah dan siswa.

Menurut Nanda (21) selalu koordinator kegiatan herbarium ini,herbarium dapat disimpan dalam jangka waktu yang panjang, jika yang basah harus diganti alkohol 2 minggu sekali, kering harus dilaminating atau dimasukkan ke frame agar lebih awet.

Selain itu, Nanda juga menyebutkan bahwa herbarium dapat mengamati dengan mudah, lebih praktis dalam belajar materi bagian tumbuhan dan fungsinya, dan dapat mengenal bagian bagian tumbuhan dengan mengamati bagian morfologi tumbuhan yg ada di media pembelajaran herbarium.

“Dengan adanya program kerja herbarium sebagai media pembelajaran dan sudah diadakan di SDN 3 Kismoyoso khususnya kelas 4 sangat tepat, karena berkaitan dengan mata pelajaran IPAS materi bagian tumbuhan dan fungsinya. Serta membantu kami dalam memberikan materi kepada siswa, kemudian anak lebih mengetahui dari manfaat tumbuhan dan fungsinya. Untuk kedepannya dapat kami terapkan lagi untuk kelas yang lainnya karena terlihat menyenangkan dan menarik,” ungkap Winarsih, guru kelas 4 SDN 3 Kismoyoso.

Hasil dari media pembelajaran herbarium yaitu sebagai media pembelajaran IPAS dan digunakan jangka panjang untuk SD 3 Kismoyoso dan digunakan untuk kelas yang lainnya.

Dengan adanya program kerja herbarium ini juga memiliki manfaat bagi SDN 3 Kismoyoso, khususnya untuk guru karena mendapatkan inovasi terkait media pembelajaran yang akan digunakan untuk mata pelajaran IPAS khususnya materi bagian tumbuhan dan fungsinya.

Selain itu, pembelajaran sains modern ini juga diharapkan dapat menjadi awal pengimplementasian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu pendidikan berkualitas. Hal ini akan bersesuaian dengan visi dan harapan UNS untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Tags

Terkini